Justru kondisi pra-rehabilitasi yang dalam konteks ini merupakan masyarakat, adalah hal yang fundamental untuk diperhatikan. Sering kali dilupakan banyak pihak mengenai skema-skema rehabilitasi saat ini, seperti memperhatikan kondisi pra-rehabilitasi, yakni masyarakatnya.
“Tidak hanya mencoba berbagai teknik, tetapi juga memikirkan manfaat untuk mereka,” kata dia.
Masyarakat lokal menginspirasi
Di balik berbagai tantangan tersebut, terdapat pula kisah inspiratif dari masyarakat lokal yang turut menyentuh Picoez dan tim. Kisah seorang warga lansia, Nek Inah yang tetap bersemangat menanam semangka meskipun hasil panennya sempat dicuri menjelang lebaran Idulfitri.
Nek Inah pun menunjukkan optimisme kuat melanjutkan usahanya yang dipupuk sedari awal. Semangat tersebut menjadi salah satu sumber motivasi bagi tim untuk terus melanjutkan upaya rehabilitasi, di samping kendala yang ada.
Picoez menambahkan, secara alami, kawasan tersebut tetap memiliki potensi untuk kembali menjadi hutan yang lebat. Namun, tanpa intervensi manusia, proses tersebut dapat memakan waktu puluhan tahun. Pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan alam melalui bantuan manusia yang terencana dan berkelanjutan.
“Yang kami lakukan adalah bagaimana caranya alam bisa recovery dengan bantuan manusia untuk mempercepat dia memperbaiki diri,” kata dia.
Setelah bertahun-tahun, lahan yang dikelola Picoez dan tim masih cukup terjaga dan memberikan produktivitas serta kontribusi terhadap ekosistem setempat. Melihat tanaman tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan kebahagiaan tersendiri.
“Ini bukti bahwa niat dan upaya baik untuk lingkungan akan selalu memberikan hasil yang tidak sia-sia,” ujar dia.
Kabar terbaru yang diterima Picoez, kawasan tersebut kini masih terus diusahakan untuk berkembang oleh pemerintah daerah bersama masyarakat setempat, meskipun tidak seintens dahulu.
“Kami apresiasi, model rehabilitasi ini telah diadaptasi di daerah dengan kondisi serupa oleh beberapa pihak,” kata dia.
Meski demikian, aspek sosial masyarakat turut menjadi tantangan tersendiri dalam rehabilitasi lahan bekas tambang. Mayoritas masyarakat setempat telah terbiasa bekerja di sektor penambangan timah, sehingga cukup sulit untuk mengajak mereka beralih ke kegiatan rehabilitasi lahan.
Keterlibatan awal justru banyak datang dari kelompok lansia yang membantu dalam penyediaan bibit dan perawatan tanaman. Adanya kondisi perekonomian yang cukup homogen, Picoez dan tim mulai mengintegrasikan tanaman sayuran dalam demplot sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi dan menarik minat masyarakat.
Metode yang sama juga turut diterapkan di wilayah yang berbeda oleh peneliti-peneliti lainnya. Picoez bersaksi, salah satu pemenang Kalpataru turut mengadaptasi metode tersebut di tanah tailing wilayah Belitung Timur lainnya. Dan terbukti membuahkan hasil dalam beberapa bulan hingga tahun kemudian.
Lewat refleksinya terkait peringatan Hari Hutan Sedunia yang jatuh pada 21 Maret lalu, ia berharap pemerintah tidak hanya memandang hutan sebagai sumber ekonomi semata. Namun juga penyedia jasa lingkungan yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan kehidupan. [WLC02]
Sumber: UGM







Discussion about this post