Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Gempadewa: Hentikan Tambang

Gerakan masyarakat peduli alam Desa Wadas (Gempadewa) mendesak dihentikannya aktivitas pembukaan tambang kuari yang berdampak banjir di wilayah pemukiman warga.

Minggu, 26 Maret 2023
A A
Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gerakan masyarakat peduli alam Desa Wadas (Gempadewa) mendesak dihentikannya aktivitas pembukaan tambang kuari di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hal ini dilatari ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut. BMKG mengategorikan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, waspada dampak hujan lebat yang dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Sejak Sabtu siang, 25 Maret 2023, hujan melanda wilayah Desa Wadas. Tidak seperti biasanya, selang satu jam hujan mengguyur wilayah tersebut, banjir menerjang pemukiman warga.

“Hari ini, Desa Wadas sedang mengalami banjir,” kata Siswanto, dalam siaran pers Gempadewa pada Minggu, 26 Maret 2023.

Baca Juga: Dampak Pembukaan Jalur Tambang di Desa Wadas, Pemukiman Warga Dilanda Banjir

Gempadewa menyebutkan, banjir dampak pembukaan hutan di perbukitan untuk akses jalan yang menghubungkan lokasi tambang batu andesit di Wadas dan lokasi Waduk Bener di Desa Bener yang berjarak sekira 12 kilometer.

Banjir dengan aliran deras datang dari arah berbukitan, membawa tanah dan bebatuan melewati ruas jalan desa dan pemukiman warga.

“Baru akses jalan saja sudah menyebabkan banjir. Apalagi kalau ada tambang, mau jadi apa Wadas,” kata Priyan Susyie, anggota Wadon Wadas (kelompok perempuan menolak tambang).

Baca Juga: Siapkan Mitigasi, Indonesia Diprediksi Alami Hawa Panas dan Curah Hujan Tinggi

Baik Priyan Susyie dan Siswanto berharap rencana tambang bisa dihentikan karena berpotensi membahayakan warga.

“Jika Wadas sampai ditambang maka akan terjadi banjir bandang yang lebih besar lagi,” kata Priyan Susyie.

Gempadewa dan Wadon Wadas sejak awal menentang keberadaan tambang kuari di desa mereka. Berbagai aksi dilakukan, dan upaya jalur hukum juga ditempuh mereka untuk menghentikan penambangan kuari Desa Wadas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir WadasBencana HidrometeorologiDesa WadasGempadewaKabupaten Purworejopenambangan batu andesit Desa WadasProvinsi Jawa TengahWadon Wadas

Editor

Next Post
Para pendaki Wissemu dari Universitas Parahiyangan di puncak Gunung Elbrus. Foto unpar.ac.id.

Harto Memilih Urung Mendaki Hingga Puncak Elbrus, Ini Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media