Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ancaman Karhutla, BMKG Minta Indonesia Bagian Selatan Waspada Sepekan Ini

Senin, 9 Oktober 2023
A A
Peta persebaran karhutla 2023. Foto ppid.klhk.go.id.

Peta persebaran karhutla 2023. Foto ppid.klhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengeluarkan peringatan untuk wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

“Wilayah tersebut kami minta meningkatkan kewaspadaan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam satu pekan ke depan,” kata Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Peningkatan Upaya Penanggulangan Karhutla pada Masa El Nino Tahun 2023 di Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta pada 9 oktober 2023

Dwikorita memaparkan situasi karhutla selama masa El Nino tahun 2023. Data ilmiah yang disajikan menggambarkan potensi bahaya yang dihadapi Indonesia akibat kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino.

Baca Juga: BMKG: Pemicu Gempa Boalemo Aktivitas Subduksi Sulut

Bahwa ada perubahan pola curah hujan, suhu udara yang meningkat, dan titik panas di wilayah-wilayah rawan karhutla yang juga cenderung meningkat. Ia juga menyoroti urgensi pemahaman mendalam terhadap dinamika cuaca yang tidak stabil tersebut menjadi dasar pengembangan strategi penanggulangan yang efektif dan proaktif.

Data BMKG dan data klimatologi global menunjukkan laju kenaikan suhu lokal dan global dapat melonjak lebih tinggi apabila tidak ada mitigasi yang tepat.

“Bahkan, kekeringan dan bencana hidrometeorologi yang saat ini terjadi hanyalah awal dari rangkaian bencana iklim yang diprediksi akan terus meningkat dalam intensitasnya,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Alasan Sumbu Kosmologis Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

Kolaborasi antara BMKG, berbagai lembaga terkait, dan pemerintah daerah dinilai menjadi pondasi kuat bagi peringatan dini yang lebih efektif. Harapannya, upaya bersama tersebut akan membawa dampak positif bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

“Kolaborasi ini akan memperkuat sistem peringatan dini dengan memantau perubahan cuaca secara real-time,” imbuh Dwikorita.

Instruksi Menko Polhukam
Rakorsus tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Peserta rapat terdiri dari para Menteri dan Kepala Lembaga, Gubernur wilayah rawan karhutla beserta Pangdam/Danrem dan Kapolda, Kepala Kejaksaan Tinggi, para pelaksana teknis lapangan BPBD, serta para Kepala UPT Kementerian LHK.

Baca Juga: Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

Mahfud menyampaikan iklim kering akibat fenomena El-Nino pada tahun ini menyebabkan peningkatan kejadian karhutla.

“Dari laporan rutin yang saya terima dari KLHK, peningkatan ini benar-benar nyata terjadi, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hotspot, luas areal terbakar, serta terjadinya kabut asap di beberapa provinsi seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang mayoritas juga merupakan kawasan gambut,” ujar Mahfud.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGfenomena El NinohotspotIndonesia bagian selatanKLHKPosko Pengendalian Karhutlarawan karhutlaTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Ilustrasi pelaku wisata selam. Foto Dok.Kemenparekraf.

Program Safety 1000 Training Extravaganza untuk Pelaku Wisata Selam

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media