Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ancaman Karhutla, BMKG Minta Indonesia Bagian Selatan Waspada Sepekan Ini

Senin, 9 Oktober 2023
A A
Peta persebaran karhutla 2023. Foto ppid.klhk.go.id.

Peta persebaran karhutla 2023. Foto ppid.klhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengeluarkan peringatan untuk wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

“Wilayah tersebut kami minta meningkatkan kewaspadaan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam satu pekan ke depan,” kata Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Peningkatan Upaya Penanggulangan Karhutla pada Masa El Nino Tahun 2023 di Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta pada 9 oktober 2023

Dwikorita memaparkan situasi karhutla selama masa El Nino tahun 2023. Data ilmiah yang disajikan menggambarkan potensi bahaya yang dihadapi Indonesia akibat kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino.

Baca Juga: BMKG: Pemicu Gempa Boalemo Aktivitas Subduksi Sulut

Bahwa ada perubahan pola curah hujan, suhu udara yang meningkat, dan titik panas di wilayah-wilayah rawan karhutla yang juga cenderung meningkat. Ia juga menyoroti urgensi pemahaman mendalam terhadap dinamika cuaca yang tidak stabil tersebut menjadi dasar pengembangan strategi penanggulangan yang efektif dan proaktif.

Data BMKG dan data klimatologi global menunjukkan laju kenaikan suhu lokal dan global dapat melonjak lebih tinggi apabila tidak ada mitigasi yang tepat.

“Bahkan, kekeringan dan bencana hidrometeorologi yang saat ini terjadi hanyalah awal dari rangkaian bencana iklim yang diprediksi akan terus meningkat dalam intensitasnya,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Alasan Sumbu Kosmologis Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

Kolaborasi antara BMKG, berbagai lembaga terkait, dan pemerintah daerah dinilai menjadi pondasi kuat bagi peringatan dini yang lebih efektif. Harapannya, upaya bersama tersebut akan membawa dampak positif bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

“Kolaborasi ini akan memperkuat sistem peringatan dini dengan memantau perubahan cuaca secara real-time,” imbuh Dwikorita.

Instruksi Menko Polhukam
Rakorsus tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Peserta rapat terdiri dari para Menteri dan Kepala Lembaga, Gubernur wilayah rawan karhutla beserta Pangdam/Danrem dan Kapolda, Kepala Kejaksaan Tinggi, para pelaksana teknis lapangan BPBD, serta para Kepala UPT Kementerian LHK.

Baca Juga: Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

Mahfud menyampaikan iklim kering akibat fenomena El-Nino pada tahun ini menyebabkan peningkatan kejadian karhutla.

“Dari laporan rutin yang saya terima dari KLHK, peningkatan ini benar-benar nyata terjadi, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hotspot, luas areal terbakar, serta terjadinya kabut asap di beberapa provinsi seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang mayoritas juga merupakan kawasan gambut,” ujar Mahfud.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGfenomena El NinohotspotIndonesia bagian selatanKLHKPosko Pengendalian Karhutlarawan karhutlaTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Ilustrasi pelaku wisata selam. Foto Dok.Kemenparekraf.

Program Safety 1000 Training Extravaganza untuk Pelaku Wisata Selam

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media