Jumat, 9 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith Ditemukan di Gunungkidul

Rabu, 7 Agustus 2024
A A
Anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith ditemukan di Gunungkidul. Foto Trubus.

Anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith ditemukan di Gunungkidul. Foto Trubus.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Satu populasi spesies tanaman anggrek Dendrobium capra baru ditemukan di wilayah hutan produktif di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE)  melakukan penelitian terkait keberadaan Dendrobium capra yang mulai langka ini.

“Sekaligus ini new record karena baru ditemukan di wilayah Gunungkidul beberapa waktu lalu,” ujar Ketua TimPKM-RE, Akmal Bunyamin di Fakultas Biologi UGM, Rabu, 7 Agustus 2024.

Dendrobium capra J.J.Smith adalah salah satu spesies anggrek yang terancam punah, sehingga keberadaannya pun langka. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kurangnya perhatian terhadap anggrek ini menyebabkan Dendrobium capra mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan.

Baca Juga: Alat Pemantauan Aktivitas Gunung Semeru Dicuri, Gembok Pagar Digergaji

Dalam penelitiannya, Tim PKM-RE melakukan studi populasi anggrek Dendrobium capra sebagai upaya pemantauan eksistensi anggrek ini dalam habitat aslinya. Tim ini juga melakukan konstruksi DNA barcoding pada spesies ini untuk memudahkan proses identifikasi.

“Sebab sulit membedakan antarspesies Dendrobium hanya dengan pengamatan morfologinya saja. Jadi kami juga menyediakan barcode sebagai identitas Dendrobium capra pada database”, terang dia.

Tim PKM-RE yang semuanya mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini menamakan diri Tim PKM-RE D’caprangers. Selain Akmal Bunyamin (angkatan 2021), tim ini beranggotakan Syafira Nurul Aisya (angkatan 2021), Astrid Rayna Afandi (angkatan 2022), Nimas Sukma Puspita (angkatan 2022), dan Dary Saka Fitrady (angkatan 2023). Tim PKM-RE D’caprangers mendapat bimbingan dari Prof. Budi Setiadi Daryono.

Baca Juga: Forum Guru Besar ITB Sebut Perubahan Iklim Makin Parah Didominasi Aktivitas Manusia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anggrek Dendrobium capraanggrek langkaKabupaten GunungkidulTim PKM-RE UGM

Editor

Next Post
Hutan gambut di SMRS di kawasan ekosistem Leuser, Aceh. Foto Dok. PPID KLHK.

Menteri Siti Sebut Hutan Gambut di Kawasan Leuser Utuh, FOLU Net Sink Diklaim Tercapai Sebelum 2030

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media