Senin, 8 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Antisipasi Cuaca Ekstrem Libur Nataru, BMKG Minta Update Prakiraan Cuaca

Kamis, 21 Desember 2023
A A
Posko Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Foto Dok. BMKG.

Posko Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia juga menyampaikan bahwa wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang memiliki potensi banjir, seperti bantaran sungai, daerah aliran sungai (DAS), dan lereng-lereng bukit.

“Banjir tidak selalu terjadi karena hujan lebat. Hujan biasa saja juga bisa menimbulkan banjir, terutama di wilayah yang memiliki lahan kritis,” ujar Dwikorita.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dwikorita mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Masyarakat diminta untuk selalu update informasi dari BMKG melalui aplikasi maupun sosial media BMKG.

Baca Juga: Jatam: Dana Kampanye Pemilu dari Tambang Ilegal Sudah Biasa dan Dibiarkan

Sinergi Libur Nataru
Dwikorita didampingi Guswanto turut bagian dalam Pembukaan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2023-2024, yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan. Tujuan utama acara ini adalah meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar instansi terkait, demi memastikan kelancaran angkutan pada momen Nataru.

Posko Angkutan Nataru tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi. Melainkan sebagai tempat pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi terkait transportasi selama periode ini.

Dalam acara tersebut, Dwikorita menyoroti tantangan cuaca ekstrem di wilayah Sorong, Papua. Ia menekankan bahwa angin kencang, gelombang tinggi, hujan lebat, dan arus kencang perlu diwaspadai. Dwikorita mengajak masyarakat untuk terus berkoordinasi dan memantau informasi cuaca dari kanal BMKG.

Baca Juga: Mirzam Abdurrachman: Marapi Mendadak Meletus karena Gangguan Dapur Magma atau Sesar Sumatera?

“Dinamika cuaca di Samudra Pasifik cukup tinggi, sehingga kami mohon berkenan Bapak atau Ibu untuk terus berkoordinasi atau minimal selalu memonitor perkembangan informasi cuaca dari beberapa kanal BMKG,” jelas Dwikorita.

Dalam konteks ini, Dwikorita meminta BMKG setempat untuk bersinergi dengan stakeholder terkait di pelabuhan, bandara, dan lalulintas jalan raya, guna menyusun prosedur operasional standar (SOP) bersama.

“SOP ini penting untuk memastikan koordinasi dan kerja sama yang baik antar instansi,” tandas Dwikorita.

Baca Juga:Ini Program Kerja Parekraf Hijau dan Berkelanjutan Hasil Rakornas 2023

BMKG berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Perhubungan dengan menyediakan informasi cuaca dan iklim terkini, serta memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran angkutan selama periode Nataru.

Semua langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam perjalanan mereka. Informasi dapat diakses melalui aplikasi infoBMKG, laman cuaca khusus periode nataru 2023, dan media sosial resmi BMKG. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Cuaca Ekstremdaerah aliran sungaiKepala BMKG Dwikorita Karnawatilibur NataruPosko Angkutan Nataru

Editor

Next Post
Ilustrasi tambang nikel. Foto djkn.kemenkue.go.id.

Aroma Dugaan Korupsi Sektor Tambang Gubernur Maluku Utara, Jatam: Usut!

Discussion about this post

TERKINI

  • Kenaikan air laut di Pantai General Santos di Cotabato Selatan, Filipina pascagempa Davao M7,8, Senin, 8 Juni 2026. Foto Dok. @daryono_eq-talk/X.Gempa Davao M7,8, Muka Air Laut Naik Terpantau di Mindanao hingga Kaltim
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media