Kamis, 7 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon

Dengan mengetahui jenis sampah yang paling banyak dihasilkan, para pengguna dapat mengidentifikasi praktik overconsumption dan mempertimbangkan untuk mengurangi konsumsi yang tidak perlu.

Sabtu, 14 Maret 2026
A A
Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.

Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan

“Prinsip tersebut menekankan produsen tidak hanya bertanggung jawab pada tahap produksi dan distribusi, tetapi juga terhadap lingkungan setelah produk dikonsumsi,” terang dia.

Aplikasi Westa dilengkapi pula dengan fitur geotagging yang memungkinkan sistem mencatat lokasi ditemukannya sampah tertentu. Melalui fitur ini, data yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan jenis sampah, tetapi juga memperlihatkan pola penyebaran sampah di berbagai wilayah.

Bahkan data yang terkumpul dari aplikasi Westa dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif. Melalui analisis data tersebut, pemerintah juga dapat mengidentifikasi produk yang menghasilkan limbah besar sehingga dapat mendorong produsen lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah.

“Di masa depan, pengembangan Westa tidak hanya difokuskan pada organisasi atau institusi, tetapi juga diarahkan untuk dapat digunakan oleh masyarakat luas,” papar dia.

Baca juga: Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan

Aplikasi Westa diharapkan dapat dikembangkan hingga ke level konsumen individu. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memotret sampah yang mereka hasilkan sehingga dapat melihat profil jenis sampah harian atau mingguan melalui dashboard aplikasi. Dengan mengetahui jenis sampah yang paling banyak dihasilkan, para pengguna dapat mengidentifikasi praktik overconsumption dan mempertimbangkan untuk mengurangi konsumsi yang tidak perlu sehingga jumlah limbah yang dihasilkan dapat ditekan.

Tim peneliti berharap aplikasi Westa dapat berkembang menjadi sebuah waste circular ecosystem, yaitu ekosistem digital yang menyediakan data komprehensif mengenai profil sampah di Indonesia. Menjadi one stop waste circular ecosystem yang menyediakan data mengenai jenis dan jumlah sampah, tingkat daur ulang, dan dampak karbonnya.

“Jadi dapat dimanfaatkan berbagai pihak untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” harap dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Akal ImitasiAplikasi WestaArtificial IntellegenceEmisi karbonFEB UGMpengelolaan sampah

Editor

Next Post
Salah satu akses penghubung desa yang terputus usai banjir di Bengkulu. Foto tangkapan layar video warga/Dok. Walhi.

Walhi: Banjir Bengkulu Tak Sekadar Akibat Cuaca Ekstrem 

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media