Contoh lain datang dari masyarakat adat Molo di Nusa Tenggara Timur. Perempuan setempat berperan besar dalam menjaga wilayah adat dari ancaman industri dengan aksi damai berupa menenun sebagai simbol ketergantungan hidup mereka terhadap alam.
“Perempuan tahu apa yang dibutuhkan, ada di mana, dan bagaimana menjaganya, karena mereka hidup langsung dari sumber daya itu,” jelas dia.
Baca juga: Baleg DPR Pertanyakan Keseriusan Politik Hukum Pembahasan RUU Masyarakat Adat
Meski demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan dalam konservasi, terutama dari sisi budaya dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan pelibatan perempuan justru menghasilkan kebijakan dan praktik pelestarian lingkungan yang lebih baik.
“Tantangannya sekarang adalah bagaimana memberikan pengakuan dan dukungan yang nyata,” ujar dia.
Penting dukungan kebijakan, kelembagaan, serta pendampingan agar potensi perempuan dalam konservasi dapat berkembang maksimal. Pengakuan terhadap peran perempuan bukan sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai peluang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. [WLC02]
Sumber: IPB University







Discussion about this post