Jumat, 11 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Arzyana Sunkar, Peran Perempuan dalam Gerakan Konservasi Berkelanjutan Tak Diakui

Pengetahuan perempuan tentang tanaman lokal dimanfaatkan untuk konservasi tumbuhan melalui aktivitas memasak dan budaya lisan.

Jumat, 23 Januari 2026
A A
Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar. Foto IPB TV/youtube.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar. Foto IPB TV/youtube.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perempuan memiliki peran penting dan strategis dalam upaya konservasi alam yang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai penjaga kearifan lokal, keterlibatan perempuan terbukti berkontribusi langsung dalam menjaga keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, hingga keberhasilan berbagai program konservasi di tingkat tapak.

“Tapi peran perempuan dalam konservasi sering kali tidak diakui atau dianggap. Padahal dari sejarahnya, gerakan konservasi juga banyak dibantu perempuan,” ujar Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar dalam IPB Podcast bertajuk “Perspektif Perempuan dalam Mewujudkan Konservasi yang Berkelanjutan” yang ditayangkan di YouTube IPB TV.

Dalam isu keanekaragaman hayati dan pangan, perempuan memiliki pengetahuan yang sangat dekat dengan alam. Pangan tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan. Sebab, merekalah yang sehari-hari bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan kualitas makanan bagi keluarga.

“Ketika kita bicara keanekaragaman hayati dan pangan, kita bicara perempuan. Karena perempuan punya tanggung jawab untuk memastikan makanan yang sehat dan cukup bagi keluarganya,” jelas dia.

Baca juga: Gugatan KLH Berpotensi Gagal, Walhi Desak Indonesia Punya Pengadilan Lingkungan

Arzyana membagikan pengalaman risetnya di berbagai daerah. Di Gayo, Aceh, pengetahuan perempuan tentang tanaman lokal dimanfaatkan untuk konservasi tumbuhan melalui aktivitas memasak dan budaya lisan. Sementara di Klaten, Jawa Tengah dan Bali Barat, perempuan yang terlibat dalam penangkaran burung justru menunjukkan tingkat keberhasilan perkembangbiakan yang lebih tinggi.

“Ketika perempuan yang merawat, tingkat hidup anakan burung lebih tinggi. Ada kasih sayang, perhatian, dan waktu lebih banyak,” papar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arzyana SunkarDepartemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB UniversityKonservasi BerkelanjutanPeran Perempuan

Editor

Next Post
Konpers pencabutan izin lingkungan 28 perusahaan perusak lingkungan, 21 Januari 2026. Foto KLH/BPLH.

Jangan Hanya Cabut Izin, Walhi Desak 28 Perusahaan Pulihkan Lingkungan Sumatra

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media