Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Atas Nama Rakyat Jateng, Gubernur Diberi Gelar Perusak Lingkungan

Penghargaan Nirwasita Tantra 2021 terkait pelestarian lingkungan hidup bagi Gubernur Jawa Tengah dinilai masyarakat di sana tak tepat. Lantaran justru banyak kasus perusakan lingkungan yang terjadi.

Sabtu, 23 Juli 2022
A A
Gubernur Jawa Terima terima penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LHK. Foto ppid.menlhk.go.id.

Gubernur Jawa Terima terima penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LHK. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Gubernur tidak hadir dalam menjamin pemenuhan perlindungan lingkungan hidup, tapi sebagai aktor perusak lingkungan,” tegas mereka dalam suratnya.

KLHK: Jaga Amanah Melestarikan Lingkungan

Sementara Alue Dohong menyatakan penyerahan penghargaan-penghargaan itu merupakan wujud apresiasi pemerintah kepada para pemimpin daerah dan pejuang lingkungan. Lantaran mereka dinilai menjadi ujung tombak atau garda terdepan dalam upaya pemulihan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.

Baca Juga: Dua Gempa Dangkal di Darat Guncang Luwu Sulawesi Selatan

Meski demikian, Alue mengingatkan agar para penerima penghargaan menjaga amanah untuk terus menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup dan kehutanan.

“Demi generasi mendatang. Jadi mereka (penerima penghargaan) dapat menjadi contoh, inspirasi, dan pemicu yang mendorong inisiatif dan partisipasi individu atau kelompok masyarakat lainnya secara lebih luas,” kata Alue.

Apalagi pemerintah punya targetan terwujudnya keseimbangan emisi antara sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan pelepasan dan penyerapannya pada 2030. Pemerintah terus mengupayakan berbagai inisiatif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Salah satunya dengan inisiatif menjadikan sektor FOLU (Forest and other Land Uses) sebagai Net Sink di tahun 2030 melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Baca Juga: Amanat Kepala BNPB, Warga Terdampak Bencana di Garut Jangan Kian Sengsara

Dengan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, pemerintah berharap timbul manfaat ganda berupa pengurangan terukur laju emisi, perbaikan dan peningkatan tutupan kanopi hutan dan lahan, perbaikan berbagai fungsi hutan seperti tata air, iklim mikro, ekosistem, konservasi biodiversity, sekaligus sumbangan bagi kesejahteraan, kesetaraan dan kesehatan masyarakat, serta tegaknya hukum.

“Prinsipnya adalah mengembalikan keberadaan hutan alam nasional dan fungsinya sebagai penyangga kehidupan secara utuh,” imbuh Alue. [WLC02]

Sumber: siaran pers Rakyat Jawa Tengah, ppid.menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gubernur Jawa TengahKLHKPengargaan Nirwasita TantraPenghargaan KalpataruPenghargaan perusak lingkunganSurat Ketetapan Rakyat Jawa Tengah

Editor

Next Post
Ilustrasi upaya mencegah perundungan dengan memberi kasih sayang. Foto GoranH/pixabay.com

Stop Perundungan Anak, Orang Tua dan Guru Harus Lakukan Pencegahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media