Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Stop Perundungan Anak, Orang Tua dan Guru Harus Lakukan Pencegahan

Sabtu, 23 Juli 2022
A A
Ilustrasi upaya mencegah perundungan dengan memberi kasih sayang. Foto GoranH/pixabay.com

Ilustrasi upaya mencegah perundungan dengan memberi kasih sayang. Foto GoranH/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – F, bocah 11 tahun mengalami depresi berat dan akhirnya meninggal dunia pada 18 Juli 2022. Dugaan penyebabnya karena bocah sekolah dasar di Tasikmalaya, Jawa Barat itu dipaksa teman-temannya untuk menyetubuhi seekor kucing, kemudian disebarkan di media sosial.

Perundungan (bullying) tersebut dialami F menjelang peringatan Hari Anak Nasional, 23 Juli. Presiden Joko Widodo berharap agar kasus perundungan dan segala bentuk kekerasan terhadap anak-anak tidak akan terjadi lagi.

“Anak-anak memiliki dunia bermain, dunia anak-anak dengan keceriaannya mereka. Jangan sampai terjadi lagi yang namanya perundungan,” kata Jokowi dalam peringatan Hari Anak Nasional di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juli 2022.

Baca Juga: Atas Nama Rakyat Jateng, Gubernur Diberi Gelar Perusak Lingkungan

Presiden menuturkan kasus perundungan, baik fisik maupun verbal merupakan tanggung jawab semua pihak untuk mencegahnya, termasuk orang tua, para pendidik, dan seluruh masyarakat. Sementara semua kasus kekerasan, baik kekerasan fisik maupun seksual harus diproses secara hukum dengan tegas sesuai dengan peraturan yang ada agar tidak berulang kembali.

“Karena aturannya itu tidak diperbolehkan dan ada pidananya. Penegakan hukum yang keras, tegas. Kita semua memagari agar tidak terjadi lagi,” imbuh Jokowi.

Guru Harus Peka Perubahan Sikap Anak

Sementara psikolog, juga Dosen Departemen Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Fitriani Yustikasari Lubis mengingatkan, kasus perundungan anak di sekolah dapat terjadi di semua lingkungan pendidikan. Orang tua dan guru berperan penting untuk mencegah dampak serius dari kasus perundungan anak.

Baca Juga: Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Penemu Radar Pemantau Bencana hingga Teroris

Perundungan anak di lingkungan sekolah biasanya terjadi karena ada perilaku atau kondisi yang khas. Pertama, anak yang dirundung biasanya merupakan anak pendiam atau cenderung mudah dibuat cemas oleh teman-temannya. Kedua, anak memiliki perilaku atau karakter yang tidak sama, menonjol, hingga tidak disukai teman-temannya.

“Kalau temannya menuntut sesuatu, anak akan khawatir tidak bisa memenuhi. Atau dia punya perilaku tidak sama, sehingga teman-temannya suka mengejek dia,” kata Fitri.

Upaya antisipasi agar korban perundungan tidak mengalami dampak lebih serius, peran guru sangat penting dalam melakukan observasi dan mengamati karakter setiap anak didiknya. Guru sebaiknya mampu menilai anak didik mana yang “potensial” mengalami perundungan, memiliki karakter atau perilaku menonjol, hingga memiliki masalah belajar.

Baca Juga: Amanat Kepala BNPB, Warga Terdampak Bencana di Garut Jangan Kian Sengsara

Selain itu, guru juga harus lebih peka apabila ditemukan ada perubahan perilaku pada peserta didiknya. Guru langsung melakukan pendampingan dan penelusuran penyebabnya. Perubahan perilaku yang acap terlihat dari korban perundungan adalah cenderung menjadi lebih pendiam dan tidak bersemangat saat berada di lingkungan sekolah.

“Apalagi jika sudah muncul perilaku signifikan seperti tidak mau makan, guru harus punya radarnya,” tambahnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bullyingguruHari Anak Nasionalorang tuaperundunganperundungan anakPresiden Joko Widodo

Editor

Next Post
Ilustrasi pencemaran sampah di perairan. Foto yogendras3/pixabay.com.

Kisah Dosen-dosen IPB Pulang Kampung Melestarikan Hutan dan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media