Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Atasi Konflik Harimau vs Manusia Bukan dengan Jerat, Tapi Kandang Jebak

Upaya mengatasi konflik harimau dengan manusia semestinya tetap mengedepankan keselamatan harimau. Mengingat populasi harimau sumatra kian langka.

Senin, 25 Juli 2022
A A
Harimau sumatra di Aceh Selatan yang masuk perangkap kandang jebak. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatra di Aceh Selatan yang masuk perangkap kandang jebak. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Konflik harimau sumatra dengan warga di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan sejak bulan Juni 2022 masih terus berlangsung hingga saat ini. Lokasi konflik berpindah-pindah mulai dari Desa Batu Itam hingga ke Desa Lhok Bengkuang.

“Konflik harimau sumatera tersebut sudah menimbulkan interaksi negatif. Karena memangsa 9 ternak kambing milik warga,” ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Banda Aceh, Agus Arianto, Senin, 25 Juli 2022.

Upaya penanganan konflik yang dilakukan Balai KSDA Aceh dan Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Gunung Leuser bekerja sama dengan Muspika, WCS-IP, dan FKL, antara lain sosialisasi, patroli, pemasangan camera trap di lokasi konflik. Juga upaya penghalauan, termasuk mendatangkan pawang, dan memasang kandang jebak.

Baca Juga: Nahkoda Kapal Penyelundup Limbah B3 dari Singapura Dihukum 7 Tahun Penjara

Pada 25 Juli 2022 sekitar pukul 07:30, upaya tim membuahkan hasil. Hasil pengecekan rutin box trap diketahui ada satu ekor harimau sumatra yang masuk ke dalam perangkap di Desa Lhok Bengkuang.

Selanjutnya, harimau tersebut diobservasi dan dilakukan pemeriksaan medis lengkap sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Tim dokter hewan sedang menuju ke lokasi. Survei lokasi pelepasliaran juga akan dilakukan secara paralel bersama dengan tim dari BBTN Gunung Leuser,” imbuh Agus.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Acehbox trapharimau sumaterakandang jebak harimaukonflik harimau dengan wargakonservasi harimau sumaterasatwa yang dilindungi

Editor

Next Post
Dampak hujan lebat dua desa di Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dilanda banjir setinggi satu meter yang terjadi pada Selasa, 12 Juli 2022. Foto Dok BNPB

Dampak Hujan Lebat Hari Ini, Sulteng dan Sultra Masuk Kategori Siaga

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media