Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Badak Jawa Bercula Satu, Hewan Purba yang Hanya Ditemukan di Indonesia

Dahulu badak Jawa tersebar di sebagian besar wilayah Asia Tenggara mulai dari Assam-India, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Senin, 4 Agustus 2025
A A
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Foto Stephen ​Belcher/WWF.

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Foto Stephen ​Belcher/WWF.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badak Jawa bercula satu (Rhinoceros sondaicus) merupakan salah satu hewan purba di dunia yang masih hidup. Dahulu badak Jawa tersebar di sebagian besar wilayah Asia Tenggara mulai dari Assam-India, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang dinyatakan punah pada tahun 2010. Kini, keberadaannya hanya bisa ditemukan di Indonesia, tepatnya di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten.

“Jadi, badak jawa yang ada di Indonesia, khususnya di TNUK adalah satu-satunya di dunia. Ini merupakan suatu kebanggaan bahwa kita memiliki salah satu jenis badak yang kita konservasikan,” ujar Pakar Konservasi IPB University, Prof. Harini Muntasib, Selasa, 30 Juli 2025.

Harini menjelaskan bahwa badak Jawa masuk dalam kategori critically endangered atau terancam punah dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Spesies ini juga tercantum dalam Apendiks I CITES, sehingga dilarang keras untuk diperdagangkan karena jumlah populasinya sangat terbatas.

Baca juga: PN Unaaha Putuskan PLTU Lakukan Perbuatan Melawan Hukum di Morosi

Data terbaru dari Balai TNUK menunjukkan, populasi badak Jawa saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 87 hingga 100 ekor. Jumlah tersebut diperoleh melalui metode Model Spatial Count berdasarkan deteksi kehadiran badak di lokasi pengamatan.

Sebagai upaya pelestarian, sejak 2009 telah dikembangkan kawasan khusus bernama Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) seluas 5.100 hektare di bagian selatan Gunung Honje dalam kawasan TNUK. Kawasan ini diperuntukkan bagi perluasan habitat dan pengembangbiakan intensif badak Jawa.

“Fasilitas JRSCA sudah siap, termasuk kandang pengembangbiakan, serta bangunan untuk peneliti dan petugas. Saat ini tengah dipersiapkan translokasi badak dari habitat utama menuju kawasan JRSCA,” ungkap dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak Jawahewan purbaIPB UniversityRhinoceros sondaicusTaman Nasional Ujung Kulon

Editor

Next Post
Menhut dan Kepala Basarnas teken MOU SAR di wilayah hutan, 5 Agustus 2025. Foto Kemenhut.

Menhut dan Kepala Basarnas Teken MoU Pertolongan di Kawasan Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media