Minggu, 5 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Badan Geologi Proses Perizinan Air Tanah dan Identifikasi Mineral Kritis

Selasa, 30 Januari 2024
A A
Ilustrasi penambangan mineral. Foto Dok. ESDM.

Ilustrasi penambangan mineral. Foto Dok. ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Analisa BMKG Masih Ada Potensi Hujan Terjadi Awal Februari 2024

“Di antara mineral kritis dan strategis yang dilakukan penyelidikannya oleh Badan Geologi adalah lithium dan boron,” kata Wafid.

Penyelidikan mineral lithium menunjukkan beberapa wilayah dengan kadar lithium dan boron yang cukup menjanjikan. Boron ditemukan antara lain di Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Jono, Crewek, Kasonga dan Mamuju.

Boron adalah komponen penting hydrogen fuel cells yang merupakan energi alternative untuk kendaraan listrik. Boron juga bahan baku dari neodymium-iron-boron (NdFeB) magnet, dan bahan baku untuk Pyrex. Permintaan Boron naik 30 persen pada tahun 2022 dan akan naik seiring permintaan EV dan industri EBT di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: 16 Tahun BNPB dari Masa ke Masa

“Kami telah merekomendasikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Logam Tanah Jarang (WIUP LTJ/REE) yang pertama kali diusulkan di Indonesia yaitu di daerah Mamuju. Ke depan diharapkan lebih banyak lagi rekeomendasi yang kami hasilkan untuk mengusuklkan WIUP Tanah Jarang di Indonesia,” tutur Wafid.

Selain mineral kritis dan strategis, Badan Geologi juga melakukan survei hidrogen alami di Indonesia, yaitu di Pulau Sulawesi bagian timur. Sebab daerah tersebut memiliki kondisi geologi ideal untuk terbentuknya gas hidrogen alami.

Baca Juga: 3 Rencana Program Badan Geologi 2024 dan Capaian Kinerja 2023

“Dari hasil survei ditemukan rembesan gas hidrogen dengan kandungan 20-35 persen di daerah Tanjung Api dan 9 persen di daerah Bahodopi. Juga gas metana abiogenik dan nitrogen dengan konsentrasi signifikan,” imbuh Wafid.

Wafid mengakui, meski belum dapat ditentukan keekonomisannya, hasil survei membuktikan bahwa sistem hidrogen alami ada di Indonesia. Untuk itu, diperlukan studi lebih rinci untuk mengetahui model generation, migration, dan trapping mechanism. [WLC-02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Air TanahBadan Geologi Kementerian ESDMBoroncekungan air tanahmineral kritisperizinan air tanah

Editor

Next Post
Demo menuntut pembebasan aktivis lingkungan #SaveKarimunjawa. Foto tangkapan layar YouTube Beta TV.

Koalisi Sipil Desak Bebaskan Aktivis Lingkungan #SaveKarimunjawa

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.Kunang-Kunang Kian Langka, Tanda Kualitas Lingkungan Menurun
    In IPTEK
    Minggu, 21 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media