Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Badan Geologi Turunkan Level Gunung Sirung di NTT ke Normal

Sabtu, 2 April 2022
A A
Erupsi Gunung Sirung pada 21 Juli 2021. Foto magma.esdm.go.id.

Erupsi Gunung Sirung pada 21 Juli 2021. Foto magma.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Status Gunung Sirung yang berada di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, diturunkan ke Level I (Normal), sejak Jumat, 1 April 2022. Pasca erupsi Gunung Sirung pada 21 Juli 2021, Badan Geologi menaikkan status gunung tersebut ke Level II (Waspada).

Keputusan penurunan status Gunung Sirung, yang sejak Juli 2021 berstatus level II (Waspada), hasil pengamatan dan evaluasi terhadap aktivitas Gunung Sirung oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono menyebutkan pengamatan Gunung Sirung selama bulan Maret 2022, tidak ada gempa.

Baca Juga: Anak Krakatau Kembali Erupsi, Semeru Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

“Dalam satu bulan terakhir (Maret 2022), pengamatan visual Gunung Sirung umumnya terlihat jelas hingga tertutup kabut. Untuk pengamatan kegempaan menunjukkan tidak ada gempa yang terekam (nihil),” kata Eko Budi Lelono dalam file dokumen penurunan tingkat aktivitas Gunung Sirung dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) yang diunggah di laman vsi.esdm.go.id, Sabtu, 2 April 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan GeologiEko Budi Lelonoerupsi gunung apierupsi gunung api terkiniGunung SirungKabupaten AlorKementerian ESDMProvinsi Nusa Tenggara Timur

Editor

Next Post
Tim relawan mendistribusikan logistik untuk korban bencana tanah longsor di Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Foto BPBD Cilacap.

Longsor di Cilacap, 177 Warga Desa Kutabima Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media