Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Badan Geologi Turunkan Level Gunung Sirung di NTT ke Normal

Sabtu, 2 April 2022
A A
Erupsi Gunung Sirung pada 21 Juli 2021. Foto magma.esdm.go.id.

Erupsi Gunung Sirung pada 21 Juli 2021. Foto magma.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Aktivitas kegempaan Gunung Sirung umumnya didominasi oleh gempa hembusan. Sejak Juli 2021 semua jenis gempa yang terekam tergolong rendah dan cenderung menurun secara fluktuatif hingga saat ini. Gempa hembusan pernah terekam maksimum 8 kali per hari pada 22 Januari 2022 dan tremor NonHarmonik maksimum 20 kali perhari pada 21 Juli 2021, sementara jenis gempa lainnya maksimum hanya 5 kali per hari.
Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, menyebutkan, hingga saat ini aktivitas Gunung Sirung tergolong rendah dan cenderung memperlihatkan penurunan kegempaan yang konsisten.

Baca Juga: Mengenal Empat Tata Rias Pengantin Gaya Yogyakarta

Gempa vulkanik yang berasosiasi dengan suplai magma dari kedalaman terekam sangat rendah. Namun demikian proses interaksi antara uap magma dan sistem hidrothermal diperkirakan dapat tetap berlangsung di kedalaman tubuh Gunung Sirung sehingga erupsi freatik dapat berpotensi terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului oleh prekursor kegempaan.

Dari sisi potensi ancaman bahaya, selain ancaman bahaya dari erupsi freatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu yang dapat melontarkan abu, lumpur, dan batu-batu di dalam area kawah, terdapat juga potensi ancaman bahaya gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2, dan H2S di daerah puncak/kawah Gunung Sirung.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunungapi Sirung diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) pada tanggal 1 April 2022 pukul 18.00 WITA.

Baca Juga: Longsor di Cilacap, Desa Kutabima Terisolir dan 3 Rumah Tertimbun

Badan Geologi merekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Sirung, pengunjung, wisatawan membatasi aktivitas dan tidak berlama-lama berada di sekitar kawah, tidak mendekati danau kawah yang bersifat asam, tidak bermalam di area kawah aktif, dan tidak mendekati lubang tembusan gas untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

Sebelumnya, status Gunung Sirung dinaikan menjadi Level II (Waspda) setelah mengalami erupsi (freaktik) pada 21 Juli 2021. Erupsi Gunung Sirung (862 mdpl), melontarkan abu berwarna putih-kelabu yang teramati dengan intensitas tipis-sedang dan tinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak kawah. Erupsi Gunung Sirung, saat itu, diperkirakan dipicu oleh interaksi antara uap magma dan sistem hidrotermal. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan GeologiEko Budi Lelonoerupsi gunung apierupsi gunung api terkiniGunung SirungKabupaten AlorKementerian ESDMProvinsi Nusa Tenggara Timur

Editor

Next Post
Tim relawan mendistribusikan logistik untuk korban bencana tanah longsor di Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Foto BPBD Cilacap.

Longsor di Cilacap, 177 Warga Desa Kutabima Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media