Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Pertama 2025 Dirasakan di Barat Laut Dompu, Terakhir 2024 di Kolaka Timur

Rabu, 1 Januari 2025
A A
Gempa pertama 2025 di Barat Laut Dompu, NTB, 1 Januari 2024. Foto Dok. BMKG.

Gempa pertama 2025 di Barat Laut Dompu, NTB, 1 Januari 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa bumi pertama yang dirasakan pada awal 2025 adalah gempa di laut yang berpusat 76 kilometer Barat Laut Dompu, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 4,1 itu terjadi pada 1 Januari 2025 pukul 08.44 WIB.

Meskipun magnitudo di bawah 5,0, namun gempa tersebut masuk kategori gempa bumi yang dirasakan.

Sementara Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono merilis lewat akun X @DaryonoBMKG, bahwa gempa bumi terakhir pada 2024 terjadi pada 30 Desember 2024 pukul 23.21 WIB. Gempa tersebut merupakan gempa di darat yang mengguncang Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara dengan magnitudo 3,1.

“Ini adalah gempa terakhir di 2024,” tulis Daryono.

Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem Menurun, Awal Januari 2025 Puncak Musim Hujan

Selama 2024, Daryono mencatat ada 7.358 kali gempa di Indonesia. Meliputi 7.172 kali gempa kecil berkekuatan kurang dari 5,0. Kemudian 186 kali gempa dengan kekuatan di atas 5,0. Serta gempa dirasakan sebanyak 743 kali, gempa merusak 20 kali serta tidak terjadi gempa yang berpotensi tsunami.

Dalam kurun satu tahun itu, gempa terbanyak terjadi pada Januari 2024, yakni 1.034 kali. Menyusul bulan Maret ada 776 kali dan April sebanyak 686 kali. Sedangkan gempa paling sedikit terjadi pada Desember 2024, yakni 417 kali.

Gempa merusak 20 kali

Gempa bumi merusak pertama terjadi pada 9 Januari 2024 berkekuatan Magnitudo 7,0 di Melonguane, Sulawesi Utara. Dan terakhir terjadi di Garut,Jawa Barat pada 7 Desember 2024 dengan kekuatan Magnitudo 4,2.

Baca juga: Jatam Proyeksi Bencana Tambang 2025 Kian Merusak di Maluku Utara

Secara keseluruhan, 20 kali gempa merusak sepanjang 2024 meliputi:

Gempa di Melonguane, Sulut (M 7,0) pada 9 Januari 2024.

Gempa di Tojo Una Una, Sulawesi Tengah (M 5,0) pada 19 Januari 2024.

Gempa di Nagekeo, NTT (M 5,2) pada 25 Januari 2024.

Gempa di Bayah,Banten (M 7,0) pada 25 Februari 2024.

Baca juga: Ribuan Telur Labi-labi Moncong Babi Menetas di TKP Pedagang Satwa Liar

Gempa di Tuban, Jawa Timur (M 5,9) pada 22 Maret 2024.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGempa bumigempa dirasakangempa merusak

Editor

Next Post
Perkebunan sawit. Foto Dok. Sawit Watch.

Pohon Sawit Diklaim Tak Sebabkan Deforestasi, Walhi Nilai Prabowo Anti Sains

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media