Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ribuan Telur Labi-labi Moncong Babi Menetas di TKP Pedagang Satwa Liar

Senin, 30 Desember 2024
A A
Tukik labi-labi moncong babi yang baru menetas. Foto BBKSDA Papua.

Tukik labi-labi moncong babi yang baru menetas. Foto BBKSDA Papua.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pengendali Ekosistem Hutan pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Fikri Al Mubarok mengungkapkan sebanyak 19.000 butir telur labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) telah diamankan di dua lokasi. Aksi pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan masyarakat dan penyelidikan mendalam oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Asmat terhadap pelaku.

Semula, polisi mengamankan 9.000 butir telur dan 1.809 tukik di kediaman pelaku, Jumat, 13 Desember 2024. Kemudian Sabtu, 14 Desember 2024, polisi kembali mengamankan 10.000 butir telur serta 1.385 tukik di kediaman pelaku yang berbeda.

“Tukik-tukik ditampung di kantor Polres Asmat, sedangkan telur-telur tetap di TKP dan diberi garis polisi karena sudah dalam posisi siap menetas,” kata Fikri.

Baca juga: Hanya Dua dari Puluhan Pelaku Penyerangan Masyarakat Rempang Jadi Tersangka

Pihak Seksi Konservasi Wilayah I BBKSDA Papua bersama dokter hewan dari Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Asmat memantau secara rutin. Hampir setiap hari ada tukik yang menetas di dua TKP.

“Saat ini, kami buatkan kolam di satu TKP karena tukik-tukik yang baru menetas harus segera dipindahkan ke air,” imbuh Fikri.

Ribuan telur labi-labi itu tersusun di atas pasir di dalam rumah berdinding tripleks bercat kuning. Tampak banyak cangkang berserakan di sekitar telur yang menandakan sebagian tukik telah menetas. Telur-telur tersebut mendapatkan penanganan intensif hingga menetaskan tukik-tukik dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Berendam dalam Air Panas 60 derajat Celcius di TWA Lejja

Menurut Fikri, situasi ini memerlukan dedikasi tersendiri. Demi menjunjung asas filosofis produk hukum tentang konservasi sumber daya alam, barang bukti berupa tukik yang berjumlah ribuan perlu dirawat sedemikian rupa dan dilepasliarkan sesegera mungkin.

“Ini demi mencegah kematian tukik yang terlalu banyak akibat kelebihan populasi di lokasi penampungan,” jelas Fikri.

6 ribu tukik dilepasliarkan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA PapuaKabupaten Asmatlabi-labi moncong babipelepasliaran tukik

Editor

Next Post
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil memprotes aktivitas tambang yang menyebabkan banjir di Halmahera, 1 Agustus 2024. Foto Dok. Jatam.

Jatam Proyeksi Bencana Tambang 2025 Kian Merusak di Maluku Utara

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media