Selasa, 3 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ribuan Telur Labi-labi Moncong Babi Menetas di TKP Pedagang Satwa Liar

Senin, 30 Desember 2024
A A
Tukik labi-labi moncong babi yang baru menetas. Foto BBKSDA Papua.

Tukik labi-labi moncong babi yang baru menetas. Foto BBKSDA Papua.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pengendali Ekosistem Hutan pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Fikri Al Mubarok mengungkapkan sebanyak 19.000 butir telur labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) telah diamankan di dua lokasi. Aksi pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan masyarakat dan penyelidikan mendalam oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Asmat terhadap pelaku.

Semula, polisi mengamankan 9.000 butir telur dan 1.809 tukik di kediaman pelaku, Jumat, 13 Desember 2024. Kemudian Sabtu, 14 Desember 2024, polisi kembali mengamankan 10.000 butir telur serta 1.385 tukik di kediaman pelaku yang berbeda.

“Tukik-tukik ditampung di kantor Polres Asmat, sedangkan telur-telur tetap di TKP dan diberi garis polisi karena sudah dalam posisi siap menetas,” kata Fikri.

Baca juga: Hanya Dua dari Puluhan Pelaku Penyerangan Masyarakat Rempang Jadi Tersangka

Pihak Seksi Konservasi Wilayah I BBKSDA Papua bersama dokter hewan dari Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Asmat memantau secara rutin. Hampir setiap hari ada tukik yang menetas di dua TKP.

“Saat ini, kami buatkan kolam di satu TKP karena tukik-tukik yang baru menetas harus segera dipindahkan ke air,” imbuh Fikri.

Ribuan telur labi-labi itu tersusun di atas pasir di dalam rumah berdinding tripleks bercat kuning. Tampak banyak cangkang berserakan di sekitar telur yang menandakan sebagian tukik telah menetas. Telur-telur tersebut mendapatkan penanganan intensif hingga menetaskan tukik-tukik dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Berendam dalam Air Panas 60 derajat Celcius di TWA Lejja

Menurut Fikri, situasi ini memerlukan dedikasi tersendiri. Demi menjunjung asas filosofis produk hukum tentang konservasi sumber daya alam, barang bukti berupa tukik yang berjumlah ribuan perlu dirawat sedemikian rupa dan dilepasliarkan sesegera mungkin.

“Ini demi mencegah kematian tukik yang terlalu banyak akibat kelebihan populasi di lokasi penampungan,” jelas Fikri.

6 ribu tukik dilepasliarkan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA PapuaKabupaten Asmatlabi-labi moncong babipelepasliaran tukik

Editor

Next Post
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil memprotes aktivitas tambang yang menyebabkan banjir di Halmahera, 1 Agustus 2024. Foto Dok. Jatam.

Jatam Proyeksi Bencana Tambang 2025 Kian Merusak di Maluku Utara

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media