Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bambang Hero: Belajar Mencegah Kebakaran Hutan dengan Beternak Kambing

Kebakaran hebat yang pernah terjadi di kawasan hutan di Bordeaux, Perancis bisa menjadi pembelajaran pencegahannya dengan cara non-kehutanan. Seperti apakah itu?

Sabtu, 24 Desember 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Uiversity,Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto infografis.ipb.ac.id

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Uiversity,Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto infografis.ipb.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Mengurangi potensi kebakaran hutan dengan beternak kambing dan sapi di bekas lokasi hutan yang terbakar. Bahkan juga dengan menebang pohon dan memanfaatkan kayu-kayunya. Unik bukan?

Adalah Guru Besar IPB University, Profesor Bambang Hero Saharjo berkesempatan melihat secara langsung cara kerja pengendalian kebakaran hutan dengan kegiatan non kehutanan di Papignon, Toulouse maupun dengan kegiatan kehutanan, di wilayah Bazas, Bordeaux, Perancis.

Kesempatan itu diperoleh Bambang selama mengikuti pelatihan di Valabre, Marseille, Perancis. Valaber merupakan institusi publik. Salah satunya yang ada di sana adalah Pusat Pelatihan Penyelamatan Nasional di Lingkungan dan Pegunungan Berbahaya (SMPM) dan Pusat Pelatihan Penyelamatan Gunung Nasional.

Baca Juga: Gempa Dangkal Hari Ini Guncang Tarutung, Cianjur dan Seram Bagian Barat

“Pelatihan ini diperlukan untuk memahami bagaimana strategi dan kebijakan dalam pengendalian kebakaran hutan di Perancis,” kata Bambang yang juga koordinator pelaksanaan kegiatan kerjasama antara IPB University dan Kedubes Perancis di Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan di Papignon, menurut Bambang cukup menarik perhatian. Sebab, kawasan hutan tersebut pernah terbakar hebat. Sebelum terbakar, kawasan hutan itu bisa dikatakan tidak dikelola dengan baik. Akibatnya, seresah yang akhirnya menjadi bahan bakarnya cukup banyak tersedia di lantai hutan.

“Ditambah lagi dengan tumbuhan bawah yang banyak mengisi ruang kosong di antara pohon-pohon yang bisa menjadi pemicu awal terjadinya kebakaran,” jelas Bambang.

Baca Juga: Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan pemerintah Perancis adalah menghadirkan petani yang mau memanfaatkan lahan yang tidak produktif tersebut menjadi lebih produktif.

“Salah satu kegiatan yang diunggulkan adalah melalui kegiatan silvo pastoral,” kata Bambang.

Silvo pastoral adalah menebang pohon-pohon yang masih terlihat agak padat dan memanfaatkan kayunya untuk dijual dan untuk keperluan lain. Setelah kosong akibat tebangan, ruangan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk tempat pelepasan ternak, seperti kambing atau sapi.

Baca Juga: Tenaga Kesehatan Cadangan untuk Hadapi Krisis Kesehatan dan Bencana

Selain memanfaatkan pakan yang ada, kehadiran ternak tersebut juga turut membantu mengurangi potensi bahan bakar yang tinggi. Saat masuk musim kering, peluang ancaman bahaya kebakaran pun berkurang.

Untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran itu, para petani mendapat dukungan dana dari pemerintah setempat dan dari Uni Eropa. Misalnya untuk biaya pembuatan jaringan jalan sehingga mudah dilewati untuk membawa ternak dan lain-lain.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BordeauxkarhutlaKebakaran hutanpengendalian kebakaran hutanPerancisPinus pinasterproduktivitas hutanProfesor Bambang Hero Saharjosilvo pastoral

Editor

Next Post
Usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove di Jakarta. Foto maritim.go.id

PT Bukit Asam Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media