Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

PT Bukit Asam Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove

Sabtu, 24 Desember 2022
A A
Usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove di Jakarta. Foto maritim.go.id

Usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove di Jakarta. Foto maritim.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peluncuran Pilot Project Kemitraan Pengusahaan Biomassa dan Batubara Sumatera Selatan serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove digelar di Jakarta pada 22 Desember 2022. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pelindo, PT TBP, APHI, APBI, APROBI, dan GAPKI.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Nani Hendiarti, acara tersebut menindaklanjuti isu rehabilitasi mangrove dan cofiring biomassa yang terkait topik utama G20 di Bali lalu, yaitu mengenai transisi energi. Cofiring biomassa adalah proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batu bara di PLTU.

“Dari pertemuan COP26 UNFCCC di Glasglow 2021 lalu, Indonesia juga berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca, salah satunya dengan phasing down PLTU Batubara,” ucap Nani.

Baca Juga: Bambang Hero: Belajar Mencegah Kebakaran Hutan dengan Beternak Kambing

Ia menyatakan kegiatan tersebut merupakan aksi nyata yang menjadi salah satu bukti kolaborasi stakeholder yang lebih luas. Kegiatan tersebut diklaim untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait transisi ke energi bersih dengan mendorong pengurangan penggunaan batu bara serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

“Biomassa ini masuk ke dalam EBT, dan potensi yang kita miliki cukup besar. Perlu dikembangkan pemanfaatannya secara berkelanjutan, salah satunya melibatkan masyarakat,” tutur Nani.

Apabila masyarakat merasakan manfaat program tersebut, menurut Nani, masyarakat dengan senang hati akan terlibat dan mendukung upaya pengurangan emisi dari program cofiring biomassa maupun rehabilitasi mangrove.

Baca Juga: Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cofiring biomassaEBTgas rumah kacaKLHKpercepatan transisi energiphasing downPLTU batu baraPT Bukit AsamRehabilitasi mangrove

Editor

Next Post
Ilustrasi sampah plastik. Foto RitaE/pixabay.com.

Cegah Pencemaran Lingkungan Lewat Edukasi Penanganan Sampah Plastik Sejak Usia Dini

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media