Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir dan Longsor Luwu, Operasi Udara Evakuasi Warga Sakit dan Pasok Logistik

Rabu, 8 Mei 2024
A A
Evakuasi warga terdampak banjir dan longsor Luwu, yang mengalami sakit, Rabu, 8 Mei 2024. Foto BNPB.

Evakuasi warga terdampak banjir dan longsor Luwu, yang mengalami sakit, Rabu, 8 Mei 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penanganan dampak bencana banjir dan longsor Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kini difokuskan di Kecamatan Latimojong yang memiliki dampak signifikan. Dampak banjir dan longsor Luwu menyebabkan sejumlah wilayah terisolir sebab akses jalan darat dan jembatan tertutup akibat tertimbun tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memaksimalkan operasi udara memasok kebutuhan warga terdampak bencana banjir dan longsor Luwu. Operasi udara juga diperuntukan mengevakuasi warga yang sakit.

“Kami sudah kerahkan helikopter BNPB dan Polri, saat ini sudah terbang pulang-pergi dari Kecamatan Latimojong ke Belopa untuk membawa warga yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan di Pos Komando Utama Tanggap Darurat Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Rabu, 8 Mei 2024.

Baca Juga: Korban Longsor di Kelok Bento Padang Ditemukan Selamat

Fajar Setyawan mengatakan bahwa pihaknya memaksimalkan operasi udara menggunakan helikopter Bell BNPB dan helikopter AW Polri dalam mengevakuasi warga terdampak yang membutuhkan layanan kesehatan intensif.

Dampak banjir dan longsor Luwu, tujuh desa belum dapat dijangkau dari jalur darat. Sedangkan Desa Kadundung kini sudah bisa diakses melalui jalur darat.

“Hasil evaluasi setelah kami berkunjung langsung, terdapat tujuh desa yang bisa diakses helikopter yaitu Desa Pajang, Ulusalu, Boneposi, Tolajo, Pangi, Buntu Sarek dan Rante Balla,” jelas Fajar.

Baca Juga: Iskandar Lubis, Perlu Analisa Produksi Padi di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

Menurut Fajar, operasi udara menggunakan helikopter Bell BNPB dan Helikoper AW Polri, memasok bantuan logistik ke Desa Pangi, Buntu Sarek serta Tibussan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan Longsor Luwubanjir longsor di Luwu dan PalopoKabupaten Luwu

Editor

Next Post
Ilustrasi dampak perubahan iklim. Foto JodyDellDavis/pixabay.com.

RUU Perubahan Iklim Sempat Masuk Prolegnas Prioritas 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media