Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Basoeki Hadimoeljono, Infrastruktur Tahan Gempa untuk Mitigasi Bencana

Gempa bumi tak membunuh. Melainkan bangunan yang ambruklah yang membuat manusia terluka, bahkan hilang nyawa.

Jumat, 25 November 2022
A A
Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Foto pupr.go.id

Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Foto pupr.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati berulang kali menegaskan, bahwa gempa bumi tidak bersifat membunuh. Adanya korban luka dan meninggal dunia akibat kejatuhan material bangunan yang ambruk. Tak terkecuali kerugian material akibat kerusakan bangunan rumah penduduk dan bangunan milik pemerintah. Korban jiwa dan kerugian material yang banyak akibat konstruksi bangunan tak dibangun dengan struktur tahan gempa.

Beberapa kejadian bencana gempa bumi yang menelan banyak korban jiwa dan kerugian material telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti gempa bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006, Aceh tahun 2016, Lombok NTB tahun 2018, Palu tahun 2018, dan Mamuju tahun 2021. Teranyar gempa bumi Mag5,6 di Cianjur yang merenggut hampir 300 jiwa pada 21 November 2022.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono telah mengingatkan dalam Konferensi Internasional tentang Rekayasa Gempa (ICEEDMS) ke-5 di Fakultas Teknik UGM pada akhir September 2022. Konferensi itu menghadirkan sejumlah pakar dari beberapa negara untuk membahas soal konstruksi bangunan tahan gempa.

Baca Juga: Sumber Gempa Dangkal Hari Ini Guncang Pulau Mentawai

Ia pun mendorong para peneliti di kampus untuk menghasilkan banyak inovasi teknologi teknik rekayasa gempa untuk mendukung konstruksi pembangunan rumah, bangunan dan infrastruktur tahan gempa. Sebab Indonesia merupakan negara di daerah kawasan bencana, terutama gempa bumi.

“Negara ini rentan terkena bencana gempa bumi. Pemerintah menyiasatinya dengan menyiapkan desain bangunan dan infrastruktur yang tahan gempa dengan ukuran sesuai dengan konsep mitigasi bencana,” kata Basuki.

Untuk mengantisipasi risiko kerusakan akibat gempa bumi terus melakukan kegiatan mitigasi pada proyek pembangunan perumahan dan proyek pembangunan infrastruktur dengan konsep desain tahan terhadap goncangan gempa bumi. Berbagai proyek bendungan dan jembatan juga perlu menggunakan konstruksi tahan gempa.

Baca Juga: Dosen ITB Kembangkan Dua Desain Tenda Darurat untuk Kesiapsiagaan Bencana

“Dari desain bangunan jembatan, DAM hingga konstruksi infrastruktur lepas pantai. Kami selalu melakukan evaluasi kinerja seismik dan menerapkan rehabilitasi struktur bangunan dengan desain tahan gempa,” papar Basuki.

Ia mencontohkan jembatan Holtekamp di Teluk Youtefa, Jayapura, Papua dan jembatan Merah Putih yang berada di Teluk Dalam, Kota Ambon, Maluku adalah salah satu proyek pembangunan jembatan yang menggunakan struktur dan konstruksi tahan gempa.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGdesain rumah dan bangunan tahan gempaGempa bumigempa Cianjurkonstruksi bangunan tahan gempaMenteri PUPRtahan gempateknik rekayasa gempa

Editor

Next Post
Permukiman dengan konsep Prepanelix karya mahasiswa Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM. Foto ugm.ac.id

Ini Konsep Pemukiman Tahan Bencana di Wilayah Cincin Api

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media