Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Konsep Pemukiman Tahan Bencana di Wilayah Cincin Api

Posisi Indonesia di wilayah cincin api Pasifik berisiko menghadapi berbagai bencana. Ini konsep permukiman yang nyaman usulan mahasiswa UGM.

Jumat, 25 November 2022
A A
Permukiman dengan konsep Prepanelix karya mahasiswa Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM. Foto ugm.ac.id

Permukiman dengan konsep Prepanelix karya mahasiswa Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM. Foto ugm.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik adalah serangkaian gunung berapi di Samudera Pasifik. Setidaknya terdapat 450 rangkaian gunung berapi aktif dan tidak aktif. Kawasan ini berbentuk setengah lingkaran atau tapal kuda di sekitar Lempeng Laut Filipina, Lempeng Pasifik, Juan de Fuca dan Lempeng Cocos, serta Lempeng Nazca.

Kawasan Cincin Api Pasifik ini juga identik dengan peristiwa gempa bumi. Ada banyak aktivitas seismik di daerah tersebut. Dan Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk ke dalam kawasan wilayah Cincin Api Pasifik tersebut.

“Persoalannya, banyak permukiman di Indonesia masih kurang layak huni. Sementara ancaman gempa bumi terus mengintai wilayah ini,” kata mahasiswa yang bergabung dalam tim PKM-Video Gagasan Konstruktif UGM tahun 2022, Muhammad Shiddiq Widagda, September 2022 lalu.

Baca Juga: Basoeki Hadimoeljono, Infrastruktur Tahan Gempa untuk Mitigasi Bencana

Padahal sekitar 90 persen dari semua gempa bumi berada di wilayah Cincin Api. Artinya, kehidupan manusia yang tinggal di wilayah ini berada dalam bayang-bayang ancaman bencana terus-menerus.

Belum lagi persoalan adanya peningkatan emisi gas rumah kaca di sektor manufaktur dan konstruksi maupun meningkatnya bencana hidrometerologi akibat gas rumah kaca.

“Tentunya semakin mengancam keberadaan permukiman di Indonesia,” imbuh Shiddiq.

Baca Juga: Sumber Gempa Dangkal Hari Ini Guncang Pulau Mentawai

Para ahli terus berupaya mengembangkan teknologi yang mampu mendeteksi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saat gunung api meletus atau pun gempa bumi terjadi. Tak terkecuali empat mahasiswa Angkatan 2020 Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM – Shiddiq, Aldhytian Surya Arthaka, Asad Hanif Hammam, dan Rafi Hanan Kausar – yang mengembangkan Prefabricated Bamboo Panel Housing Complex (Prepanelix) dengan pendampingan Dr. Budi Kamulyan.

“Berkaca kondisi itu, kami mengusulkan konsep Prepanelix sebagai solusi permukiman tahan gempa (earthquake resistant) dengan konsep Low Impact Development (berdampak rendah),” kata Shiddiq.

Baca Juga: Dosen ITB Kembangkan Dua Desain Tenda Darurat untuk Kesiapsiagaan Bencana

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Cincin Api PasifikFakultas Teknik UGMgunung berapikonsep PrepanelixPrefabricated Bamboo Panel Housing Complexrendah emisiring of firerumah tinggal tahan bencana alam

Editor

Next Post
Ilustrasi konstruksi rumah dengan material kayu. Foto paulbr75/pixabay.com

Ringan dan Tahan Gempa, Kayu Jadi Material Konstruksi Masa Depan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media