Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Begini Siklus Zat Beracun Arsen Mengontaminasi Tubuh Melalui Makanan

Sabtu, 28 September 2024
A A
Ilustrasi ikan laut. Foto anaterate/pixabay.com.

Ilustrasi ikan laut. Foto anaterate/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

”Mineral tersebut dapat mengontaminasi tanah, sungai, dan lautan. Kandungannya dapat meningkat di lingkungan dengan adanya perubahan iklim global. Ini sekaligus menjadi jalur bagi arsen ditransfer dari lingkungan ke siklus makanan,” jelas dia.

Pada zaman kuno, arsen telah dimanfaatkan manusia untuk pewarna cat, kain, dan wallpaper. Sebab warnanya cerah dan menarik. Sementara era industry, arsen dimanfaatkan untuk farmasi dan pengobatan tradisional, serta kosmetik.

“Seiring perkembangan zaman saat ini dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan, dan semikonduktor,” kata Tuti.

Baca Juga: Yang Unik dari Bencana Palu 2018 , Gempa Bumi Berpusat di Darat yang Memicu Tsunami

Berdasarkan regulasi Food and Agriculture Organization (FAO), rata-rata harian kandungan arsen pada makanan manusia harus diupayakan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan, yaitu sebesar 2,1. Sementara regulasi pengendalian berdasarkan Peraturan Badan POM Nomor 5 Tahun 2018, standar arsen di Indonesia untuk bahan pangan ikan, siput, krustasea, echinodermata, reptil, dan amfibi adalah sebesar 0,25 (mg/kg).

“Ini terhitung rendah jika dibandingkan dengan standar negara lainnya. Namun arsen tetaplah unsur yang beracun yang tidak seharusnya dimanfaatkan dalam kehidupan manusia,” imbuh Tuti.

Salah satu upaya mengurangi asupan arsenik pada makanan yang dikonsumsi tubuh adalah melalui variasi diet. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: arsenBPOMBRINFAOperubahan iklimunsur beracun

Editor

Next Post
Longsor di kawasan tambang ilegaldi Solok, Sumbar pada 26 September 2024. Foto Dok. BNPB.

Tambang Ilegal di Solok Longsor, 12 Tewas dan 2 Orang dalam Pencarian

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media