Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Begini Siklus Zat Beracun Arsen Mengontaminasi Tubuh Melalui Makanan

Sabtu, 28 September 2024
A A
Ilustrasi ikan laut. Foto anaterate/pixabay.com.

Ilustrasi ikan laut. Foto anaterate/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

”Mineral tersebut dapat mengontaminasi tanah, sungai, dan lautan. Kandungannya dapat meningkat di lingkungan dengan adanya perubahan iklim global. Ini sekaligus menjadi jalur bagi arsen ditransfer dari lingkungan ke siklus makanan,” jelas dia.

Pada zaman kuno, arsen telah dimanfaatkan manusia untuk pewarna cat, kain, dan wallpaper. Sebab warnanya cerah dan menarik. Sementara era industry, arsen dimanfaatkan untuk farmasi dan pengobatan tradisional, serta kosmetik.

“Seiring perkembangan zaman saat ini dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan, dan semikonduktor,” kata Tuti.

Baca Juga: Yang Unik dari Bencana Palu 2018 , Gempa Bumi Berpusat di Darat yang Memicu Tsunami

Berdasarkan regulasi Food and Agriculture Organization (FAO), rata-rata harian kandungan arsen pada makanan manusia harus diupayakan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan, yaitu sebesar 2,1. Sementara regulasi pengendalian berdasarkan Peraturan Badan POM Nomor 5 Tahun 2018, standar arsen di Indonesia untuk bahan pangan ikan, siput, krustasea, echinodermata, reptil, dan amfibi adalah sebesar 0,25 (mg/kg).

“Ini terhitung rendah jika dibandingkan dengan standar negara lainnya. Namun arsen tetaplah unsur yang beracun yang tidak seharusnya dimanfaatkan dalam kehidupan manusia,” imbuh Tuti.

Salah satu upaya mengurangi asupan arsenik pada makanan yang dikonsumsi tubuh adalah melalui variasi diet. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: arsenBPOMBRINFAOperubahan iklimunsur beracun

Editor

Next Post
Longsor di kawasan tambang ilegaldi Solok, Sumbar pada 26 September 2024. Foto Dok. BNPB.

Tambang Ilegal di Solok Longsor, 12 Tewas dan 2 Orang dalam Pencarian

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media