Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Belajar dari “Layangan Putus”, Perempuan harus Pandai Baca Tanda Perselingkuhan

Ada pelajaran yang ingin disampaikan dari serial Layangan Putus, bahwa menjadi perempuan harus menolak diam atas perilaku pasangannya yang melakukan perselingkuhan.

Jumat, 14 Januari 2022
A A
Poster serial Layangan Putus. Foto Instagram @layanganputus.

Poster serial Layangan Putus. Foto Instagram @layanganputus.

Share on FacebookShare on Twitter

“Ini bisa menjadi keuntungan dari segi waktu. Nah, perselingkuhan itu sarana untuk menikmati sesuatu, tidak harus melulu soal seks,” ujar Sutinah.

Baca Juga: Viral Boneka Arwah, Kalau di Jawa Dikenal dengan Jalangkung

Di sisi lain, konstruksi sosial yang terbentuk menganggap perempuan lemah dan mudah disakiti oleh laki-laki. Lebih spesifik, perempuan seringkali ditempatkan pada posisi subordinat, artinya hanya bisa menurut saja.

“Padahal perempuan berhak mendapat kesempatan untuk membela diri,” jelas Sutinah.

Sutinah juga mengungkapkan alasan perempuan kerap mempertahankan rumah tangga setelah diselingkuhi berkali-kali. Menurut dia, kebanyakan karena faktor finansial, di mana perempuan masih bergantung pada laki-laki.

“Saya pikir keluarga perlu membangun kebahagiaan yang setara, semua pekerjaan rumah tidak harus dilakukan oleh perempuan. Mereka hanya tinggal di rumah dan tidak terlihat baik, kemudian laki-laki pergi, mencari tempat impian lain,” katanya.

Baca Juga: Ingin Tahu Jenis dan Tipe Warna Kulitmu? Simak Penjelasan Dokter Flandiana

Ia menekankan bahwa perempuan harus diberdayakan dan memiliki hak untuk hadir di ruang publik dan melek huruf agar tidak mudah tertipu. Selain itu, perlu membangun kembali kepercayaan dalam menyelamatkan pernikahan pasca perselingkuhan. Meskipun bukan hal mudah dilakukan perempuan yang sudah terlanjur ‘terluka’ itu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: laki-lakiLayangan PutusperempuanperselingkuhanProf SutinahPutri MilanoReza RahardianUniversitas Airlangga

Editor

Next Post
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Vaksinasi Primer, Ini Mekanisme Vaksinasi Booster

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media