Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bencana Alam Indonesia hingga Periode Desember 2024 Menewaskan 469 Penduduk

Sabtu, 14 Desember 2024
A A
Tim SAR gabung mengevakuasi korban tewas dalam bencana longsor di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Foto Istimewa.

Tim SAR gabung mengevakuasi korban tewas dalam bencana longsor di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hingga 13 Desember 2024, bencana alam yang melanda Indonesia mencapai 1.942 kejadian, yang menyebabkan 469 korban meninggal dunia, dan lebih dari 5 juta penduduk terdampak dan mengungsi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, bencana alam Indonesia periode 2024 didominasi bencana hidrometeorologi, banjir 976 kejadian, cuaca ekstrem 420 kejadian, bencana longsoer 120 kejadian. Bencana erupsi gunung api (berdampak) di tahun ini tercatat lima kejadian.

Merespons kejadian bancana alam Indonesia, Sekretaris Utama BNPB, Rustian mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan dan kondisi alam di Indonesia.  Kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana.

Baca Juga: Penanganan Warga Terdampak Bencana Sukabumi, Pengungsian Terpusat hingga Psikososial

“Kesiapsiagaan bukan hanya soal infrastruktur atau teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami risiko di lingkungannya,”kata Rustian.

Perubahan iklim global dapat memperburuk hingga memicu adanya kekuatan dan dampak bencana yang lebih luas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir Bandang dan Longsor SukabumiBencana Alam IndonesiaBencana HidrometeorologiLongsor Karo

Editor

Next Post
Kepala BNPB Suharyanto menyerahkan bantuan logistik kebutuhan penyintas bencana Sukabumi, Jawa Barat.

Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media