Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jovi, Gajah yang Berperan dalam Mitigasi Konflik di Riau Mati

Selasa, 4 Agustus 2026
A A
Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.

Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Usai tim dokter hewan Balai Besar KSDA Riau berjuang memberikan perawatan medis intensif selama 34 hari, gajah binaan di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, Jovi, 46 tahun dinyatakan mati pada Sen in, 3 Agustus 2026 pukul 20.47 WIB. Gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Riau tersebut menderita komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang memicu kelemahan otot berat (myopathy).

Plh. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin menjelaskan gejala sakit mulai terlihat pada 1 Juli 2026. Saat itu Gajah Jovi menunjukkan kondisi kelemahan umum, tidak nafsu makan, tremor (kejang), kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, serta mengalami kesulitan untuk berdiri.

Sejak awal gejala muncul, tim medis BBKSDA Riau segera melakukan penanganan secara intensif sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) pelayanan kesehatan satwa. Tindakan medis yang diberikan meliputi terapi cairan infus selama 24 jam, pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan kondisi klinis dan pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, Rini Deswita menjelaskan selama masa perawatan kondisi gajah Jovi sempat menunjukkan perkembangan. Kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor mulai berkurang, nafsu makan perlahan membaik. Bahkan pada hari keenam perawatan, Jovi sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah. Hasil pemeriksaan darah di laboratorium secara berkala juga menunjukkan ada penurunan tingkat infeksi setelah mendapatkan terapi.

Meskipun respons terhadap pengobatan sempat terlihat, kondisi otot Jovi terus mengalami penurunan hingga berkembang menjadi myopati berat, yaitu gangguan pada jaringan otot yang menyebabkan gajah kembali tidak mampu berdiri. Selama menjalani perawatan, kebutuhan nutrisi dan cairan terus dipenuhi melalui pemberian pakan khusus serta terapi infus intensif.

Kemudian Minggu, 2 Agustus 2026, Jovi mulai mengalami penurunan yang signifikan. Gajah tidak lagi mau makan maupun minum sehingga terapi intensif terus dilakukan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, suhu tubuh meningkat hingga mencapai sekitar 40°C. Tim medis terus memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, serta tindakan suportif lainnya. Namun pada pukul 20.43 WIB, Jovi mengalami tremor hebat. Dan pada pukul 20.47 WIB dinyatakan mati.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA RiauGajah JoviMitigasi KonflikPLG Minas

Editor

Next Post
Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.

Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media