Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Biandro Wisnuyana, Kecerdasan Buatan Jadi Pisau Bermata Dua Bagi Masyarakat Adat

Setiap penggunaan data budaya harus transparan, dengan persetujuan penuh komunitas masyarakat adat. Mereka berhak menolak atau menerima, dan tetap memegang kendali atas data mereka.

Sabtu, 9 Agustus 2025
A A
Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana. Foto Dok. Kominfo Jatim.

Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana. Foto Dok. Kominfo Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Tak hanya itu, melalui pemanfaatan kearifan lokal masyarakat adat, AI juga dapat membantu dalam menghadapi krisis iklim. Biandro menyebut, menggabungkan AI dengan data satelit dapat memantau deforestasi secara real time, memprediksi cuaca setempat, serta mendeteksi perubahan ekosistem.

“Integrasi ini bisa menciptakan model pengelolaan alam yang adaptif. Jangan sampai mengikis kearifan lokal. Hilangnya kearifan berarti hilangnya identitas,” imbuh dia.

Ia mencontohkan sistem irigasi subak di Bali dan agroforestri di Maluku sebagai bukti kearifan lokal yang menjaga ketahanan pangan serta kelestarian alam.

Baca juga: Pelepasliaran Kucing Akibatkan Overpopulasi, Zoonosis hingga Mengganggu Ekosistem

“Nilai-nilai kelokalan ini menjadi alternatif berkelanjutan dibanding pertanian monokultur industri. Bahkan beberapa komunitas sudah memanfaatkan teknologi sambil tetap memegang tradisi,” imbuh dia.

Masa depan masyarakat adat sangat bergantung pada keputusan yang diambil hari ini. Untuk itu, menurut Biandro, ada empat hal mendesak yang harus segera otoritas lakukan. Meliputi mengesahkan RUU Masyarakat Adat, mendorong digitalisasi pengetahuan adat dengan komunitas yang menjadi pengelola, melindungi wilayah adat sebagai benteng keanekaragaman hayati, serta mengembangkan skema ekonomi berkelanjutan berbasis budaya.

Masyarakat adat saat ini menghadapi konflik lahan, eksploitasi alam, modernisasi yang menjauhkan generasi muda dari akar budaya, dan minimnya partisipasi dalam pengambilan keputusan.

“Jika dibiarkan, kita berisiko kehilangan identitas sebagai bangsa multikultural,” kata dia mengingatkan. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Biandro WisnuyanaFisip UnairHari Masyarakat Adat Seduniakecerdasan buatan

Editor

Next Post
Pegunungan Arfak di Papua Barat. Foto BBKSDA Papua Barat.

Peternakan Sapi Perah di Pegunungan Arfak akan Dihidupkan Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media