Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Biandro Wisnuyana, Kecerdasan Buatan Jadi Pisau Bermata Dua Bagi Masyarakat Adat

Setiap penggunaan data budaya harus transparan, dengan persetujuan penuh komunitas masyarakat adat. Mereka berhak menolak atau menerima, dan tetap memegang kendali atas data mereka.

Sabtu, 9 Agustus 2025
A A
Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana. Foto Dok. Kominfo Jatim.

Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana. Foto Dok. Kominfo Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Tak hanya itu, melalui pemanfaatan kearifan lokal masyarakat adat, AI juga dapat membantu dalam menghadapi krisis iklim. Biandro menyebut, menggabungkan AI dengan data satelit dapat memantau deforestasi secara real time, memprediksi cuaca setempat, serta mendeteksi perubahan ekosistem.

“Integrasi ini bisa menciptakan model pengelolaan alam yang adaptif. Jangan sampai mengikis kearifan lokal. Hilangnya kearifan berarti hilangnya identitas,” imbuh dia.

Ia mencontohkan sistem irigasi subak di Bali dan agroforestri di Maluku sebagai bukti kearifan lokal yang menjaga ketahanan pangan serta kelestarian alam.

Baca juga: Pelepasliaran Kucing Akibatkan Overpopulasi, Zoonosis hingga Mengganggu Ekosistem

“Nilai-nilai kelokalan ini menjadi alternatif berkelanjutan dibanding pertanian monokultur industri. Bahkan beberapa komunitas sudah memanfaatkan teknologi sambil tetap memegang tradisi,” imbuh dia.

Masa depan masyarakat adat sangat bergantung pada keputusan yang diambil hari ini. Untuk itu, menurut Biandro, ada empat hal mendesak yang harus segera otoritas lakukan. Meliputi mengesahkan RUU Masyarakat Adat, mendorong digitalisasi pengetahuan adat dengan komunitas yang menjadi pengelola, melindungi wilayah adat sebagai benteng keanekaragaman hayati, serta mengembangkan skema ekonomi berkelanjutan berbasis budaya.

Masyarakat adat saat ini menghadapi konflik lahan, eksploitasi alam, modernisasi yang menjauhkan generasi muda dari akar budaya, dan minimnya partisipasi dalam pengambilan keputusan.

“Jika dibiarkan, kita berisiko kehilangan identitas sebagai bangsa multikultural,” kata dia mengingatkan. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Biandro WisnuyanaFisip UnairHari Masyarakat Adat Seduniakecerdasan buatan

Editor

Next Post
Pegunungan Arfak di Papua Barat. Foto BBKSDA Papua Barat.

Peternakan Sapi Perah di Pegunungan Arfak akan Dihidupkan Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media