Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan Sebelum Kemarau, Begini Caranya

Jumat, 17 Februari 2023
A A
Contoh bak penampung untuk memanen air hujan. Foto dlhkotasemarang.go.id.

Contoh bak penampung untuk memanen air hujan. Foto dlhkotasemarang.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah mulai memanen air hujan (rain water harvesting) dengan cara menampungnya menggunakan tandon atau bak penampung air. Memanen air hujan merupakan langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau 2023.

“Mumpung saat ini hujan masih turun,” kata Dwikorita di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 15 Februari 2023.

Kemudian saat kemarau nanti, air hujan yang dipanen tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama di daerah-daerah yang rawan kekeringan, seperti Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengingat BMKG memprediksi musim kemarau 2023 akan lebih kering dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022).

Baca Juga: Ini Enam Persoalan Prioritas Sumber Daya Air dalam WWF 2024 di Bali

Dwikorita memaparkan, dalam waktu beberapa bulan mendatang, curah hujan dengan kategori intensitas rendah diprediksi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Sektor-sektor yang terdampak, seperti sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan, perlu melakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi dampak kekeringan akibat curah hujan rendah tersebut.

“Kondisi cuaca yang kering ini berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Semua pihak terkait melakukan mitigasi dan antisipasi,” imbuh Dwikorita.

Cara Memanen Air Hujan

Melansir dari laman Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, bahwa prinsip dasar sistem Panen AIr Hujan (PAH) adalah mengalirkan air hujan yang jatuh ke permukaan atap melalui talang air untuk ditampung ke dalam tangki penampung. Kemudian limpasan air yang keluar dari tangki penampung yang telah penuh disalurkan ke dalam sumur resapan.

Baca Juga: Mitigasi Erupsi Gunung Kerangetang, 77 Warga Dievakuasi

Sistem tersebut memiliki beragam manfaat, seperti mengurangi penggunaan air tanah dan mengurangi emisi sehingga mengurangi pula dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Sistem PAH ini dapat memberikan tambahan sumber air untuk kehidupan sehari-hari.

Ada tiga komponen dasar pada sistem PAH, yaitu permukaan atap untuk penangkapan air hujan, talang atau pipa untuk alat penyaluran air hujan ke tempat penampungan, serta bak air atau kolam untuk penyimpanan air hujan. Cara kerja PAH adalah air hujan yang tertangkap di atap rumah dialirkan melalui talang atau pipa menuju bangunan PAH (tandon air)..

Daerah dengan Curah Hujan Rendah

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dodo Gunawan menerangkan, setelah mengalami kondisi La Nina selama tiga tahun terakhir (2020-2022) yang mengakibatkan iklim basah, pemantauan terbaru suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menunjukkan saat ini intensitas La Nina terus melemah. Indeks pada awal Februari 2023 sebesar -0,61.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: air hujanKepala BMKG Dwikorita Karnawatimusim kemarau 2023rain water harvestingsistem Panen AIr Hujantandon air

Editor

Next Post
Gempa guncang Maluku hingga Sorong, Papua Barat dengan magnitudo 6,6 yang terjadi pada Jumat, 17 Februari 2023, pukul 16.37 WIB. Foto tangkap layar Google Earth, episenter gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Mag 6,6 Guncang Maluku hingga Sorong

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media