Peserta FGD melakukan kunjungan lapangan ke PT. Solusi 247, untuk melihat langsung prototipe radar cuaca nonplarimetrik yang tengah dikembangkan serta memperkuat sinergi antara BMKG dan mitra industri dalam meningkatkan kapasitas teknologi radar nasional.
Baca Juga: Hari Bumi, Aksi Tanam 9.000 Pohon Matoa di Halaman Ponpes Deli Serdang
Radar cuaca nonpolarimetrik yang dikembangkan ini menjadi riset radar cuaca yang masih berjalan setelah sebelumnya riset radar nasional sempat terhenti.
Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah penggunaan komponen dalam negeri yang tinggi, selaras dengan upaya kemandirian teknologi nasional.
Kendati prototipe telah menunjukkan progres signifikan, radar ini masih memerlukan serangkaian uji lanjutan guna memastikan kesesuaian terhadap spesifikasi operasional BMKG.
Setelah seluruh pengujian dan sertifikasi berhasil dilalui, radar ini akan memasuki tahap hilirisasi untuk siap dikomersialisasikan. Diharapkan, produk ini akan membawa dampak positif dalam pengurangan risiko bencana sekaligus memperkuat industri teknologi dalam negeri.
Baca Juga: Sebanyak 114 Rumah Rusak Berat Terdampak Pergerakan Tanah di Brebes
Di penutup rangkaian FGD, telah disusun dokumen target output dan timeline pengembangan dari setiap indikator yang telah ditetapkan.
Melalui forum ini, BMKG berharap kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemerintah dapat terus dipererat guna mempercepat pengembangan radar cuaca yang efektif dan efisien dalam mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia. [WLC01]
Sumber: BMKG
Discussion about this post