Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Sebut Potensi Kekeringan sampai Oktober 2024

Rabu, 29 Mei 2024
A A
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Curah hujan sangat rendah pada Agustus 2024 berpotensi terjadi di Lampung , Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan dan Tenggara. Sedangkan curah hujan pada September 2024 masih berpeluang terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur. Pada Oktober 2024, kondisi serupa dialami di sebagaian Jatim, Nusa Tenggara Barat dan Timur.

Berdasarkan hasil monitoring hotspot yang dilakukan dengan satelit menunjukkan kemunculan beberapa hotspot awal di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jadi perlu perhatian khusus untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di sepanjang musim kemarau.

“Memperhatikan dinamika atmosfer jangka pendek terkini, masih terdapat jendela waktu yang sangat singkat yang bisa dimanfaatkan secara optimal sebelum memasuki periode pertengahan musim kemarau,” terang dia.

Baca Juga: Banjir Bandang OKU 6 Orang Meninggal, BNPB Salurkan Dana dan Logistik

BMKG memberi sejumlah rekomendasi teknis yang bisa dilakukan untuk langkah mitigasi dan antisipasi. Meliputi penerapan teknologi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk-waduk di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Juga membasahi dan menaikkan muka air tanah di daerah rawan karhutla ataupun di lahan gambut.

“Agar modifikasi cuaca berlangsung efektif dan efisien dalam memitigasi potensi bencana kekeringan, BMKG berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Pertanian dapat memastikan koneksitas jaringan irigasi dari waduk ke kawasan yang terdampak kekeringan benar-benar memadai,” terang Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca, Tri Handoko Seto.

BMKG juga merekomendasikan pemerintah daerah agar segera mengoptimalkan secara lebih masif upaya untuk memanen air hujan di daerah yang masih mengalami hujan atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Pemanenan dapat dilakukan melalui tandon-tandon atau tampungan-tampungan air, embung-embung, kolam-kolam retensi, sumur-sumur resapan, dan lainnya seiring dengan upaya mitigasi dampak kejadian ekstrem hidrometeorologi basah yang sedang dilakukan.

Baca Juga: BNPB Petakan Titik Potensi Bencana Susulan Galodo di Tanah Datar

“Pola dan waktu tanam pertanian untuk iklim kering di wilayah terdampak dapat menyesuaikan,” kata Dwikorita.

BMKG juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri Pertanian dan Gubernur dari provinsi terdampak. BMKG berharap informasi peringatan dini kesiapsiagaan musim kemarau dapat dimanfaatkan secara efektif oleh pemerintah pusat dan daerah. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: indeks ENSOkekeringan meteorologisKepala BMKG Dwikorita Karnawatipotensi kekeringanTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Kondisi salah satu bangunan rumah yang rusak berat akibat gempa Bantul pada 27 Mei 2026 silam. Foto @pemkabbantul/ X.

Renungan 18 Tahun Gempa Bantul, Sesar Aktif di Pulau Jawa Terus Bertambah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media