Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Sebut Potensi Kekeringan sampai Oktober 2024

Rabu, 29 Mei 2024
A A
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada musim kemarau tahun 2024 ini. Ia telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah pusat dan daerah siap siaga atas kondisi iklim dan kekeringan 2024.

“Sudah kami sampaikan agar mendapat atensi khusus pemerintah sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diantisipasi dan diminimalisir sekecil mungkin,” kata Dwikorita di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024.

Dwikorita menyampaikan mayoritas wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) sepanjang 21-30 hari atau lebih panjang. Selain itu, berdasarkan analisis curah hujan dan sifat hujan menunjukkan kondisi kering sudah mulai memasuki wilayah Indonesia, khususnya di bagian selatan Khatulistiwa.

Baca Juga: Mitigasi Bencana Susulan Galodo di Agam BNPB Ledakan Batuan Gunung Marapi

Sebanyak 19 persen dari Zona Musim di sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau. Sebagian besar wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara diprediksi segera menyusul memasuki musim kemarau dalam tiga dasarian ke depan.

“Kondisi kekeringan saat musim kemarau ini akan mendominasi wilayah Indonesia mulai Juni sampai Oktober,” kata Dwikorita.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan hingga dasarian II Mei 2024, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO sebesar +0.21 atau dalam kondisi netral. Kondisi indeks ENSO sudah berada pada level netral selama dua dasarian dan diprediksi terus netral sampai periode Juni-Juli 2024.

Baca Juga: Gempa Dangkal 6,2 Magnitudo Guncang Simeulue Aceh

Selanjutnya, pada periode Juli-Agustus-September 2024, ENSO Netral diprediksi akan beralih menuju fase La Nina lemah yang akan bertahan hingga akhir tahun 2024. Fenomena La Nina lemah ini diprediksi tidak berdampak pada musim kemarau yang akan segera hadir. Sedangkan di Samudera Hindia, pemantauan suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD Netral, tetapi cenderung beralih ke fase IOD Positif.

“Daerah dengan potensi curah hujan bulanan sangat rendah, kurang dari 50 mm per bulan perlu mendapat perhatian khusus untuk mitigasi dan antisipasi dampak kekeringan,” kata Ardhasena.

Adapun daerah tersebut meliputi sebagian besar Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Bali dan Nusa Tenggara, sebagian Pulau Sulawesi, dan sebagian Maluku dan Papua.

Baca Juga: Korban Meninggal Bencana Longsor Pegunungan Arfak Papua Barat Bertambah  

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: indeks ENSOkekeringan meteorologisKepala BMKG Dwikorita Karnawatipotensi kekeringanTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Kondisi salah satu bangunan rumah yang rusak berat akibat gempa Bantul pada 27 Mei 2026 silam. Foto @pemkabbantul/ X.

Renungan 18 Tahun Gempa Bantul, Sesar Aktif di Pulau Jawa Terus Bertambah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media