Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BRIN Kembangkan Bioplastik Berbahan Dasar Pati dan Bekatul

Banyak bahan pangan bisa disulap menjadi bioplastik. Perlu bahan alternatif agar tak mengancam ketersediaan pangan.

Minggu, 31 Desember 2023
A A
Ilustrasi plastik yang bisa diuraikan. Foto aliansizerowaste.id.

Ilustrasi plastik yang bisa diuraikan. Foto aliansizerowaste.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bioplastik merupakan jenis plastik yang dibuat dari bahan alami atau organik, seperti singkong, jagung, kentang, dan tebu yang notabene adalah bahan pangan. Perlu alternatif bahan baku bioplastik yang tidak bertentangan dengan sumber pangan.

Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kemudian menjalin kerja sama dengan PT. Batavia Fokus Teknoplas (BFT) untuk meneliti dan mengembangkan bioplastik berbahan dasar pati dan bekatul.

Direktur PT. BFT Bella Mahpud mengungkapkan, ide untuk bioplastik muncul saat dia sekolah di Inggris. Dari riset yang dia lakukan, sampah di Inggris banyak yang di ekspor ke negara-negara ASEAN, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Baca Juga: Catahu KLHK 2023, Rehabilitasi Hutan dan Lahan Capai 179 Ribu Ha

“Karena plastik di sana tidak semuanya bisa didaur ulang. Kurang dari 10 persen plastik yang diproduksi dapat di-recycle, sisanya tidak bisa sama sekali,” kata Bella, di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong pada 21 Desember 2023.

Ide untuk membuat bioplastik dari bahan-bahan terbarukan seperti bekatul, singkong, dan jagung lahir setelah dia kembali ke Indonesia. Ide itu muncul, pertama, karena bioplastik di Indonesia masih tertinggal dibanding Thailand. Namun dibanding negara-negara barat, Indonesia sangat inovatif, karena mempunyai sumber daya yang melimpah.

Kedua, anak-anak muda Indonesia banyak yang memiliki concern pengembangan bioplastik. Terbukti, banyak topik skripsi, tesis, dan disertasi tentang bioplastik. Bioplastik dari singkong pun sudah banyak di Indonesia. Namun akselerasi keunggulan menggunakan bioplastik sendiri belum banyak.

Baca Juga: Suadi: Multifungsionalitas Perikanan Tangkap Berkelanjutan untuk Masyarakat Pesisir

“BRIN yang terbuka pada startup yang mempunyai ide atau inovasi, bisa menjadi wadah. Karena startup itu mempunyai teori atau ide, tapi tidak memiliki fasilitas untuk mengeksekusi. Diharapkan kerja sama dengan BRIN, kami bisa mengakselerasi,” harap Bella.

Riset mengenai bioplastik sudah banyak dilakukan, tetapi riset yang memenuhi kondisi dan kebutuhan pasar untuk bisa mengakselerasi hilirisasi produk tersebut belum banyak.

Produk bioplastik diharapkan dapat diterima masyarakat luas atau user friendly dan holistik, bahkan menyasar ke produk-produk vital seperti Polietilena tereftalat (PET).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bekatulbioplastikBRINdidaur ulanghilirisasi produkPolietilena tereftalat

Editor

Next Post
Dirjen PPKL-KLHK, Sigit Reliantoro. Foto Humas Pemkot Bogor.

Catahu KLHK 2023, Naik Turun Poin Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media