Rabu, 30 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Budi Setiadi: Teknologi AI Berperan Mengelola dan Melestarikan Sumber Hayati

Teknologi AI punya potensi menjadi solusi kerusakaan keanekaragaman hayati akibat aktivitas antropogenik.

Rabu, 20 September 2023
A A
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono. Foto sustainabledevelopment.ugm.ac.id.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono. Foto sustainabledevelopment.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Teknologi AI juga bisa digunakan dalam perencanaan lingkungan, pengambilan keputusan dan pengelolaan berdasarkan algoritma otomatis sehingga dapat menjaga kualitas ekosistem. Bahkan dalam konservasi margasatwa, AI juga dapat berperan dalam berbagai kegiatan seperti monitoring kesehatan ekosistem, mereduksi tingkat kontak dengan satwa liar dan mencegah konflik satwa dengan masyarakat lokal melalui monitoring dan otomatisasi pengelolaan informasi.

Baca Juga: Ekosistem Karbon Biru Diklaim Dukung Keberlanjutan Ekonomi Biru

Budi menegaskan Fakultas Biologi UGM memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Selama 68 tahun berdiri, Fakultas Biologi UGM telah berkembang serta memberi manfaatnya kepada masyarakat, bangsa dan negara serta dunia,” imbuh Guru Besar Biologi UGM itu. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivitas antropogenikArtificial Intelligencebiodiversity hotspotsGuru Besar Biologi UGM Prof. Budi Setiadi Daryonokeanekaragaman hayatiperubahan iklim

Editor

Next Post
Presiden Jokowi didampingi Menteri Siti Nurbaya meninjau persemaian Mentawir pada Kamis, 21 September 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Dari Mentawir Menghijaukan Ibu Kota Nusantara dan Kalimantan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media