Rabu, 4 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekosistem Karbon Biru Diklaim Dukung Keberlanjutan Ekonomi Biru

Rabu, 20 September 2023
A A
Pembukaan The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank - IORA di Bali. Foto Dok. Kemenko Marves.

Pembukaan The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank - IORA di Bali. Foto Dok. Kemenko Marves.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ekosistem karbon biru dinilai Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menjadi solusi berbasis alam untuk adaptasi pesisir sebagai bagian dari pembangunan ekonomi biru (blue economy development). Solusi berbasis alam itu memanfaatkan kekuatan organisme hidup untuk menangkap karbon dari atmosfer dan menyimpannya. Solusi tersebut mencakup hutan bakau, lamun, dan rawa asin. Lantaran kawasan Samudera Hindia memiliki sekitar 60 persen potensi solusi berbasis alam di dunia, sehingga menjadikannya kandidat ideal untuk meningkatkan inisiatif ini.

“Melindungi dan memperluas sumber daya yang tak ternilai ini tidak hanya mendorong pembangunan berkelanjutan, tetapi juga membantu negara-negara IORA dalam mencapai target dekarbonisasi mereka yang ambisius,” kata Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Firman Hidayat saat memberikan sambutan dalam “The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank – IORA” yang digelar Kemenko Marves bersama Indian Ocean Rim Association (IORA) Blue Carbon Hub di Bali pada tanggal 12-14 September 2023.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan setiap $1 yang diinvestasikan dalam restorasi, konservasi, dan adaptasi ekosistem pesisir menghasilkan nilai ekonomi yang berkisar antara $3-$75 di tingkat global.

Baca Juga: Christopher Stremme: EEHV Jadi Penyebab Kematian Misterius Anak Gajah

“Perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam dan jasa ekosistem secara efektif dapat mengoptimalkan operasi mereka, mengurangi jejak karbon, menghemat uang, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi biru dalam jangka panjang,” imbuh dia.

Terkait hal itu, hutan bakau, padang lamun, dan rawa pasang surut merupakan komponen integral dari sistem penyimpanan karbon di planet Bumi. Hutan bakau pun mampu menyerap karbon empat hingga enam kali lebih tinggi dibandingkan hutan tropis. Padang lamun dan rawa pasang surut juga berperan penting dalam menyerap karbon, sehingga berkontribusi terhadap keseimbangan karbon global.

Tak hanya itu, menurut penilaian bank dunia, ekosistem karbon biru ini tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang efisien. Namun juga merupakan jalur kehidupan bagi masyarakat pesisir, mendukung ketahanan pangan keanekaragaman hayati, dan menyediakan makanan penting.

Baca Juga: PSN Pulau Rempang, Ombudsman Sebut Ada Potensi Maladministrasi

“Mereka memelihara perikanan dan mendorong industri pariwisata pesisir yang bernilai lebih dari $8 triliun per tahun, dengan industri makanan laut global melebihi $150 miliar per tahun,” kata Firman.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekonomi biruindustri pariwisata pesisirIORAKarbon birukawasan pesisirKemenko Marvessolusi berbasis alam

Editor

Next Post
Ilustrasi kapal penangkap ikan. Foto moritz320/pixabay.com.

Walhi: Ekonomi Biru Dorong Perampasan Ruang Laut di Indonesia, Ini Catatannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media