Selasa, 5 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekosistem Karbon Biru Diklaim Dukung Keberlanjutan Ekonomi Biru

Rabu, 20 September 2023
A A
Pembukaan The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank - IORA di Bali. Foto Dok. Kemenko Marves.

Pembukaan The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank - IORA di Bali. Foto Dok. Kemenko Marves.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ekosistem karbon biru dinilai Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menjadi solusi berbasis alam untuk adaptasi pesisir sebagai bagian dari pembangunan ekonomi biru (blue economy development). Solusi berbasis alam itu memanfaatkan kekuatan organisme hidup untuk menangkap karbon dari atmosfer dan menyimpannya. Solusi tersebut mencakup hutan bakau, lamun, dan rawa asin. Lantaran kawasan Samudera Hindia memiliki sekitar 60 persen potensi solusi berbasis alam di dunia, sehingga menjadikannya kandidat ideal untuk meningkatkan inisiatif ini.

“Melindungi dan memperluas sumber daya yang tak ternilai ini tidak hanya mendorong pembangunan berkelanjutan, tetapi juga membantu negara-negara IORA dalam mencapai target dekarbonisasi mereka yang ambisius,” kata Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Firman Hidayat saat memberikan sambutan dalam “The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank – IORA” yang digelar Kemenko Marves bersama Indian Ocean Rim Association (IORA) Blue Carbon Hub di Bali pada tanggal 12-14 September 2023.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan setiap $1 yang diinvestasikan dalam restorasi, konservasi, dan adaptasi ekosistem pesisir menghasilkan nilai ekonomi yang berkisar antara $3-$75 di tingkat global.

Baca Juga: Christopher Stremme: EEHV Jadi Penyebab Kematian Misterius Anak Gajah

“Perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam dan jasa ekosistem secara efektif dapat mengoptimalkan operasi mereka, mengurangi jejak karbon, menghemat uang, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi biru dalam jangka panjang,” imbuh dia.

Terkait hal itu, hutan bakau, padang lamun, dan rawa pasang surut merupakan komponen integral dari sistem penyimpanan karbon di planet Bumi. Hutan bakau pun mampu menyerap karbon empat hingga enam kali lebih tinggi dibandingkan hutan tropis. Padang lamun dan rawa pasang surut juga berperan penting dalam menyerap karbon, sehingga berkontribusi terhadap keseimbangan karbon global.

Tak hanya itu, menurut penilaian bank dunia, ekosistem karbon biru ini tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang efisien. Namun juga merupakan jalur kehidupan bagi masyarakat pesisir, mendukung ketahanan pangan keanekaragaman hayati, dan menyediakan makanan penting.

Baca Juga: PSN Pulau Rempang, Ombudsman Sebut Ada Potensi Maladministrasi

“Mereka memelihara perikanan dan mendorong industri pariwisata pesisir yang bernilai lebih dari $8 triliun per tahun, dengan industri makanan laut global melebihi $150 miliar per tahun,” kata Firman.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekonomi biruindustri pariwisata pesisirIORAKarbon birukawasan pesisirKemenko Marvessolusi berbasis alam

Editor

Next Post
Ilustrasi kapal penangkap ikan. Foto moritz320/pixabay.com.

Walhi: Ekonomi Biru Dorong Perampasan Ruang Laut di Indonesia, Ini Catatannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media