Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Buku Green Energy, Indonesia Belum Optimalkan Energi Baru Terbarukan yang Melimpah

Green energy merupakan tuntutan zaman, karena menjadi sebuah keniscayaan bagi peradaban manusia.

Senin, 3 Januari 2022
A A
Peluncuran buku Green Energy. Foto geologi.ugm.ac.id.

Peluncuran buku Green Energy. Foto geologi.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, Indonesia memiliki potensi EBT sejumlah 417,8 GW, tetapi yang dimanfaatkan baru 2,5 persen atau 10,4 GW. Rinciannya, panas bumi memiliki potensi 29,3 GW (dimanfaatkan 8,9 persen), bioenergi potensi 32,6 GW (dimanfaatkan 5,8 persen), bayu atau angin potensi 60,6 GW (dimanfaatkan 0,3 persen), hidro atau air 75 GW (dimanfaatkan 8,2 persen), serta energi surya atau matahari potensi 207 GW (dimanfaatkan 0,07 persen).

Baca Juga: Ingin Tahu Jenis dan Tipe Warna Kulitmu? Simak Penjelasan Dokter Flandiana

Selain itu, ada sumber energi arus laut dengan potensi 17,9 GW yang belum dimanfaatkan sama sekali. Indonesia juga memiliki bahan baku untuk energi hijau, yakni mineral yang mendukung untuk pembuatan baterai (terutama) untuk mobil listrik. Indonesia memiliki 25 persen dari cadangan nikel di seluruh dunia sehingga semestinya dapat memerankan peranan sentral dalam transformasi bahan bakar fosil menuju bahan bakar listrik.

“Indonesia punya peran strategis dan dominan dalam usaha dunia mewujudkan green energy,’’ terang Direktur J Resource Asia Pacific, Adi Maryono.

Baca Juga: Prof. Wahyu Andayani: Lindungi Hutan Lewat Pembangunan KPH

Ia menambahkan, Indonesia juga memiliki cadangan logam tanah jarang (rare earth element/REE) untuk pembuatan baterei. Cadangan itu ada di Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Sayang pengembangan REE masih terkendala pada ketersediaan regulasi yang tidak jelas dan belum memberikan stimulus pada pelaku usaha,’’ kata Ketua IAGI periode 2014-2020 itu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli GeologiEnergi fosilenergi hijauenergi terbarukanUGM

Editor

Next Post
Gunung Semeru memuntahkan abu vulkanis pada Senin, 3 Januari 2022. Foto PVMBG.

Erupsi Gunung Semeru Muntahkan Abu Vulkanis Setinggi 200 Meter  

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media