Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Catatan Masyarakat Sipil: G20 Menambah Utang Baru Demi Transisi Energi

Tak hanya KTT ASEAN di Jakarta, KTT G20 di India pada September 2023 lalu pun menyisakan sejumlah catatan kritis dari jaringan masyarakat sipil.

Rabu, 13 September 2023
A A
Presiden Jokowi bersaa PM Belanda Mark Rutte dalam KTT G20 di India. Foto Dok. BPMI Setpres.

Presiden Jokowi bersaa PM Belanda Mark Rutte dalam KTT G20 di India. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kita semua harus walk the talk, because we only have one earth. One earth, for every body. One earth, for us and for our future generation,” ajak Jokowi dalam pertemuan KTT G20 di India pada 9 September 2023.

Untuk mewujudkannya, Jokowi mengklaim Indonesia telah melakukan sejumlah aksi nyata untuk melindungi bumi antara lain melalui upaya menekan deforestasi hingga restorasi mangrove. Seperti pada tahun 2022, Indonesia telah menurunkan emisi 91,5 juta ton. Laju deforestasi ditekan hingga 104 ribu hektare. Hutan dan lahan direhabilitasi seluas 77 ribu hektare dan mangrove direstorasi seluas 34 ribu hektare.

Baca Juga: Suparto Wijoyo: Hukum Jadi Solusi Atasi Krisis Iklim

“Mari penuhi tanggung jawab dan komitmen bersama untuk menjaga planet bumi tetap lestari,” ajak Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi mengingatkan suhu bumi diprediksi akan terus meningkat dalam lima tahun ke depan.

“Bumi kita tengah sakit. Juli lalu, suhu dunia capai titik tertinggi dan diprediksi akan terus naik dalam lima tahun ke depan. Ini sulit ditahan, kecuali dunia menghadangnya secara masif dan radikal,” ucap Jokowi.

Percepatan transisi ekonomi rendah karbon menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Jokowi menilai hingga saat ini pelaksanaan penurunan emisi masih sangat terbatas.

“Komitmen pendanaan negara maju, masih sebatas retorika dan di atas kertas, baik itu pendanaan climate USD 100 miliar per tahun, maupun fasilitas pendanaan loss dan damage,” ungkap Jokowi.

Baca Juga: Awal Musim Hujan 2023/2024 Diprediksi Tak Serentak dan Lebih Lambat

Jokowi mengungkapkan, saat ini negara-negara berkembang membutuhkan bantuan dalam bidang teknologi dan investasi hijau untuk mempercepat penurunan emisi di dunia.

“Kami negara berkembang, sangat ingin mempercepat penurunan emisi, tapi kami butuh dukungan untuk alih teknologi dan untuk investasi hijau,” kata Jokowi.

Pendanaan dalam percepatan penurunan emisi juga dinilai penting. Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta harus dilanjutkan karena dinilai dapat menjadi pembawa perubahan yang besar untuk menurunkan emisi.

“Skema JETP harus diperluas dan diperbesar,” kata Jokowi.

Baca Juga: Gempa Donggala 6,3 Magnitudo Dipicu Sesar Palu Koro

Menurut dia, perlu standar global untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi dan bisnis demi mencegah praktik greenwashing. Juga reformasi Bank Pembangunan Multilateral (MDB) harus merefleksikan representasi negara-negara anggotanya.

Sementara dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte pada 9 September 2023, Jokowi membahas sejumlah kerja sama dalam bidang pembangunan dan ekonomi. Jokowi berharap Belanda dapat memberi dukungan kepada Indonesia untuk mengembangkan teknologi rendah karbon, konversi PLTU ke energi terbarukan sebagai tindak lanjut kerja sama JETP, hingga mendorong penghapusan EU Deforestation Regulation.

Jokowi juga menyambut baik investasi Belanda untuk membangun Center of Excellence di Kota Surakarta hingga rencana penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi dalam bidang energi baru terbarukan dan iklim.

“Saya menyambut baik investasi Belanda untuk pembangunan Center of Excellence di Solo dan rencana penyelenggaraan Renewable Energy and Climate Summit,” ucapnya. [WLC02]

Sumber: Walhi Nasional, BPMI Setpres

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: energy transition mechanismJust Energy Transition PartnershipKTT G20 di Indianet zero emissionsPLTUtransisi energi

Editor

Next Post
Tokoh masyarakat Riau, Hj. Azlaini Agus. Foto walhiriau.or.id.

Azlaini Agus: Konflik Pulau Rempang

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media