Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Catatan Masyarakat Sipil: G20 Menambah Utang Baru Demi Transisi Energi

Tak hanya KTT ASEAN di Jakarta, KTT G20 di India pada September 2023 lalu pun menyisakan sejumlah catatan kritis dari jaringan masyarakat sipil.

Rabu, 13 September 2023
A A
Presiden Jokowi bersaa PM Belanda Mark Rutte dalam KTT G20 di India. Foto Dok. BPMI Setpres.

Presiden Jokowi bersaa PM Belanda Mark Rutte dalam KTT G20 di India. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kita semua harus walk the talk, because we only have one earth. One earth, for every body. One earth, for us and for our future generation,” ajak Jokowi dalam pertemuan KTT G20 di India pada 9 September 2023.

Untuk mewujudkannya, Jokowi mengklaim Indonesia telah melakukan sejumlah aksi nyata untuk melindungi bumi antara lain melalui upaya menekan deforestasi hingga restorasi mangrove. Seperti pada tahun 2022, Indonesia telah menurunkan emisi 91,5 juta ton. Laju deforestasi ditekan hingga 104 ribu hektare. Hutan dan lahan direhabilitasi seluas 77 ribu hektare dan mangrove direstorasi seluas 34 ribu hektare.

Baca Juga: Suparto Wijoyo: Hukum Jadi Solusi Atasi Krisis Iklim

“Mari penuhi tanggung jawab dan komitmen bersama untuk menjaga planet bumi tetap lestari,” ajak Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi mengingatkan suhu bumi diprediksi akan terus meningkat dalam lima tahun ke depan.

“Bumi kita tengah sakit. Juli lalu, suhu dunia capai titik tertinggi dan diprediksi akan terus naik dalam lima tahun ke depan. Ini sulit ditahan, kecuali dunia menghadangnya secara masif dan radikal,” ucap Jokowi.

Percepatan transisi ekonomi rendah karbon menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Jokowi menilai hingga saat ini pelaksanaan penurunan emisi masih sangat terbatas.

“Komitmen pendanaan negara maju, masih sebatas retorika dan di atas kertas, baik itu pendanaan climate USD 100 miliar per tahun, maupun fasilitas pendanaan loss dan damage,” ungkap Jokowi.

Baca Juga: Awal Musim Hujan 2023/2024 Diprediksi Tak Serentak dan Lebih Lambat

Jokowi mengungkapkan, saat ini negara-negara berkembang membutuhkan bantuan dalam bidang teknologi dan investasi hijau untuk mempercepat penurunan emisi di dunia.

“Kami negara berkembang, sangat ingin mempercepat penurunan emisi, tapi kami butuh dukungan untuk alih teknologi dan untuk investasi hijau,” kata Jokowi.

Pendanaan dalam percepatan penurunan emisi juga dinilai penting. Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta harus dilanjutkan karena dinilai dapat menjadi pembawa perubahan yang besar untuk menurunkan emisi.

“Skema JETP harus diperluas dan diperbesar,” kata Jokowi.

Baca Juga: Gempa Donggala 6,3 Magnitudo Dipicu Sesar Palu Koro

Menurut dia, perlu standar global untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi dan bisnis demi mencegah praktik greenwashing. Juga reformasi Bank Pembangunan Multilateral (MDB) harus merefleksikan representasi negara-negara anggotanya.

Sementara dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte pada 9 September 2023, Jokowi membahas sejumlah kerja sama dalam bidang pembangunan dan ekonomi. Jokowi berharap Belanda dapat memberi dukungan kepada Indonesia untuk mengembangkan teknologi rendah karbon, konversi PLTU ke energi terbarukan sebagai tindak lanjut kerja sama JETP, hingga mendorong penghapusan EU Deforestation Regulation.

Jokowi juga menyambut baik investasi Belanda untuk membangun Center of Excellence di Kota Surakarta hingga rencana penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi dalam bidang energi baru terbarukan dan iklim.

“Saya menyambut baik investasi Belanda untuk pembangunan Center of Excellence di Solo dan rencana penyelenggaraan Renewable Energy and Climate Summit,” ucapnya. [WLC02]

Sumber: Walhi Nasional, BPMI Setpres

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: energy transition mechanismJust Energy Transition PartnershipKTT G20 di Indianet zero emissionsPLTUtransisi energi

Editor

Next Post
Tokoh masyarakat Riau, Hj. Azlaini Agus. Foto walhiriau.or.id.

Azlaini Agus: Konflik Pulau Rempang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media