Wanaloka.com – Tanpa disadari, konsumsi gula secara berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono menjelaskan jenis-jenis gula berdasarkan strukturnya serta memberikan tips konsumsi gula secara bijak.
Lewat tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV, Puspo menjelaskan bahwa gula memiliki tingkatan struktur berdasarkan kompleksitasnya.
“Yang paling sederhana yang kita kenal itu monosakarida. Contohnya glukosa dan fruktosa,” kata dia.
Baca juga: Koalisi Tolak Penambangan Gamping di Kawasan Karst Sagea di Halmahera Utara
Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana. Glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda dalam tubuh.
“Glukosa dapat ditemui dalam nasi dan kentang, sedangkan fruktosa biasanya ditemui pada buah-buahan dan sayuran,” papar dia.
Kepala South- East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) IPB University ini menambahkan, glukosa lebih mudah diserap. Dengan demikian, cepat sekali meningkatkan gula darah, bahkan lebih cepat daripada fruktosa.
Baca juga: Ada 184 dari 1.835 Spesies Burung di Indonesia Terancam Punah
Meski fruktosa memiliki rasa lebih manis, indeks glikemiknya justru lebih rendah dibandingkan glukosa. Fruktosa sedikit lebih lambat penyerapannya, termasuk yang disebut indeks glikemiknya rendah.
“Tubuh juga dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak ketika dibutuhkan,” imbuh dia.
Selanjutnya, gabungan dua unit monosakarida akan membentuk disakarida. Contohnya sukrosa, atau gula pasir. Sukrosa terdiri dari satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Sementara rantai gula yang lebih panjang akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti pati.
Discussion about this post