Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cegah Diabetes dan Obesitas, Konsumsi 2-3 Sendok Teh Gula Pasir dan Perbanyak Buah

Jumat, 15 Agustus 2025
A A
Ilustrasi jenis-jenis gula. Foto freepik.

Ilustrasi jenis-jenis gula. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tanpa disadari, konsumsi gula secara berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono menjelaskan jenis-jenis gula berdasarkan strukturnya serta memberikan tips konsumsi gula secara bijak.

Lewat tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV, Puspo menjelaskan bahwa gula memiliki tingkatan struktur berdasarkan kompleksitasnya.

“Yang paling sederhana yang kita kenal itu monosakarida. Contohnya glukosa dan fruktosa,” kata dia.

Baca juga: Koalisi Tolak Penambangan Gamping di Kawasan Karst Sagea di Halmahera Utara

Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana. Glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda dalam tubuh.

“Glukosa dapat ditemui dalam nasi dan kentang, sedangkan fruktosa biasanya ditemui pada buah-buahan dan sayuran,” papar dia.

Kepala South- East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) IPB University ini menambahkan, glukosa lebih mudah diserap. Dengan demikian, cepat sekali meningkatkan gula darah, bahkan lebih cepat daripada fruktosa.

Baca juga: Ada 184 dari 1.835 Spesies Burung di Indonesia Terancam Punah

Meski fruktosa memiliki rasa lebih manis, indeks glikemiknya justru lebih rendah dibandingkan glukosa. Fruktosa sedikit lebih lambat penyerapannya, termasuk yang disebut indeks glikemiknya rendah.

“Tubuh juga dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak ketika dibutuhkan,” imbuh dia.

Selanjutnya, gabungan dua unit monosakarida akan membentuk disakarida. Contohnya sukrosa, atau gula pasir. Sukrosa terdiri dari satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Sementara rantai gula yang lebih panjang akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti pati.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: diabetes militusFateta IPB Universitykonsumsi gulaobesitas

Editor

Next Post
Ilustrasi karhutla. Foto Vlad_Aivazovsky/pixabay.com.

Spirit Api dalam Sistem Perladangan Berputar Bergeser Jadi Cara Mudah Membuka Lahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media