Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cegah Diabetes dan Obesitas, Konsumsi 2-3 Sendok Teh Gula Pasir dan Perbanyak Buah

Jumat, 15 Agustus 2025
A A
Ilustrasi jenis-jenis gula. Foto freepik.

Ilustrasi jenis-jenis gula. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tanpa disadari, konsumsi gula secara berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono menjelaskan jenis-jenis gula berdasarkan strukturnya serta memberikan tips konsumsi gula secara bijak.

Lewat tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV, Puspo menjelaskan bahwa gula memiliki tingkatan struktur berdasarkan kompleksitasnya.

“Yang paling sederhana yang kita kenal itu monosakarida. Contohnya glukosa dan fruktosa,” kata dia.

Baca juga: Koalisi Tolak Penambangan Gamping di Kawasan Karst Sagea di Halmahera Utara

Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana. Glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda dalam tubuh.

“Glukosa dapat ditemui dalam nasi dan kentang, sedangkan fruktosa biasanya ditemui pada buah-buahan dan sayuran,” papar dia.

Kepala South- East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) IPB University ini menambahkan, glukosa lebih mudah diserap. Dengan demikian, cepat sekali meningkatkan gula darah, bahkan lebih cepat daripada fruktosa.

Baca juga: Ada 184 dari 1.835 Spesies Burung di Indonesia Terancam Punah

Meski fruktosa memiliki rasa lebih manis, indeks glikemiknya justru lebih rendah dibandingkan glukosa. Fruktosa sedikit lebih lambat penyerapannya, termasuk yang disebut indeks glikemiknya rendah.

“Tubuh juga dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak ketika dibutuhkan,” imbuh dia.

Selanjutnya, gabungan dua unit monosakarida akan membentuk disakarida. Contohnya sukrosa, atau gula pasir. Sukrosa terdiri dari satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Sementara rantai gula yang lebih panjang akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti pati.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: diabetes militusFateta IPB Universitykonsumsi gulaobesitas

Editor

Next Post
Ilustrasi karhutla. Foto Vlad_Aivazovsky/pixabay.com.

Spirit Api dalam Sistem Perladangan Berputar Bergeser Jadi Cara Mudah Membuka Lahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media