Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cicada, Varian Baru Covid-19 yang Belum Terdeteksi di Indonesia

Kamis, 9 April 2026
A A
Ilustrasi sakit influenza. Foto Mojpe/pixabay.com.

Ilustrasi sakit influenza. Foto Mojpe/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kemunculan varian baru Covid-19 yang disebut Cicada memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) UGM, Prof. Tri Wibawa menegaskan hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia dan belum menunjukkan tingkat keganasan yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya.

Ia menerangkan SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2 atau disebut varian Cicada muncul pertama kali di Afrika Selatan pada November 2024. Varian ini sempat tidak terdeteksi, hingga kembali muncul dan dilaporkan terdeteksi di 23 negara. Saat ini Cicada belum dilaporkan masuk di Indonesia.

“Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya,” jelas Tri Wibawa, Kamis, 9 April 2026.

Seperti diketahui, varian Covid-19 sebelumnya meliputi Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron. Dari sisi medis, Tri Wibawa menyebut belum ada perbedaan signifikan antara varian Cicada dengan varian Covid-19 lainnya. Hal ini juga tercermin dari gejala yang ditimbulkan pada pasien.

Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien.

Terkait efektivitas vaksin, kemunculan varian baru memang selalu berpotensi mempengaruhi tingkat perlindungan vaksin. Namun, masyarakat yang telah divaksinasi atau pernah terinfeksi tetap memiliki keuntungan dari sisi imunitas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGMVarian CicadaVarian Covid-19

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Agus Affianto dan warga lokal Belitung Timur. Foto Dok. Picoez.

Agus “Picoez” Affianto, Reklamasi Lahan Bekas Tambang Butuh Campur Tangan Manusia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media