Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cicada, Varian Baru Covid-19 yang Belum Terdeteksi di Indonesia

Kamis, 9 April 2026
A A
Ilustrasi sakit influenza. Foto Mojpe/pixabay.com.

Ilustrasi sakit influenza. Foto Mojpe/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kemunculan varian baru Covid-19 yang disebut Cicada memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) UGM, Prof. Tri Wibawa menegaskan hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia dan belum menunjukkan tingkat keganasan yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya.

Ia menerangkan SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2 atau disebut varian Cicada muncul pertama kali di Afrika Selatan pada November 2024. Varian ini sempat tidak terdeteksi, hingga kembali muncul dan dilaporkan terdeteksi di 23 negara. Saat ini Cicada belum dilaporkan masuk di Indonesia.

“Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya,” jelas Tri Wibawa, Kamis, 9 April 2026.

Seperti diketahui, varian Covid-19 sebelumnya meliputi Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron. Dari sisi medis, Tri Wibawa menyebut belum ada perbedaan signifikan antara varian Cicada dengan varian Covid-19 lainnya. Hal ini juga tercermin dari gejala yang ditimbulkan pada pasien.

Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien.

Terkait efektivitas vaksin, kemunculan varian baru memang selalu berpotensi mempengaruhi tingkat perlindungan vaksin. Namun, masyarakat yang telah divaksinasi atau pernah terinfeksi tetap memiliki keuntungan dari sisi imunitas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGMVarian CicadaVarian Covid-19

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Agus Affianto dan warga lokal Belitung Timur. Foto Dok. Picoez.

Agus “Picoez” Affianto, Reklamasi Lahan Bekas Tambang Butuh Campur Tangan Manusia

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media