Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Covid-19 Terus Bermutasi, Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan

Jumat, 28 Oktober 2022
A A
Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Per 25 Oktober 2022, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sub varian Omicron XBB di Indonesia bertambah menjadi empat kasus. Masyarakat diimbau tidak panik menghadapinya, tetapi diminta tetap waspada dengan memperkuat penerapan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun, serta melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19.

“Covid-19 akan terus terus bermutasi. Jangan khawatir berlebihan,” kata Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dokter spesialis bedah anak, Gunadi, 27 Oktober 2022.

Varian baru XBB merupakan hasil evoulsi dari varian Omicron sehingga punya sifat dasar sama dengan Omicron dari segi kecepatan penularannya. Varian ini juga dianggap setara dengan kemampuan varian Omicron BQ.1.1 dalam menghindari sistem imun tubuh (imun escape).

Baca Juga: Samsul Kamal: Kurangi Emisi CO2, PLTU Ganti Batu Bara dengan Biomassa

“Ini patut menjadi perhatian kita semua,” terang Gunadi.

Selain memperketat prokes, masyarakat juga diimbau untuk melakukan vaksinasi dasar hingga mendapatkan vaksin booster. Upaya tersebut untuk meningkatkan perlindungan terhadap penularan Covid-19 sub varian baru ini.

Hingga kini, setidaknya ada 26 negara, termasuk Indonesia, yang telah melaporkan adanya kasus infeksi XBB. Peningkatan kasus hingga lebih dari 50 persen terjadi di Singapura. Meskipun cakupan vaksinasi di sana bagus. Gunadi menduga, temuan banyak kasus karena hasil program testing, tracing, genomic survayang cukup tinggi.

Baca Juga: Laporan Lancet Countdown: Kecanduan Energi Fosil Ancam Kesehatan Global

“Jadi tidak berarti negara lain yang rendah kasus XBB-nya berarti rendah kasusnya. Bisa jadi karena testing, tracing, genomic surveillance belum tinggi,” kata Gunadi.

Saat ini, Kelompok Kerja Genetik FKKMK UGM tengah aktif berpartisipasi melakukan pengawasan genom (genomic surveillance). Pihaknya juga melakukan pemeriksaan sampel dengan metode pengurutan keseluruhan genome (whole genome sequencing) pada virus Covid-19. Metode itu untuk melacak bagian yang mengalami perubahan materi genetik atau mutasi di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Sampel yang diambil adalah akhir September 2022 yang masih proses running serta analisis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19FKKMK UGMKemenkesmutasi varian barupandemi Covid-19protokol kesehatansubvarian Omicron XBBvarian XBB

Editor

Next Post
Ilustrasi gunung api. Foto Julius_Silver/pixabay.com

Misteri Gunung Api

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media