Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Covid-19 Terus Bermutasi, Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan

Jumat, 28 Oktober 2022
A A
Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Per 25 Oktober 2022, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sub varian Omicron XBB di Indonesia bertambah menjadi empat kasus. Masyarakat diimbau tidak panik menghadapinya, tetapi diminta tetap waspada dengan memperkuat penerapan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun, serta melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19.

“Covid-19 akan terus terus bermutasi. Jangan khawatir berlebihan,” kata Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dokter spesialis bedah anak, Gunadi, 27 Oktober 2022.

Varian baru XBB merupakan hasil evoulsi dari varian Omicron sehingga punya sifat dasar sama dengan Omicron dari segi kecepatan penularannya. Varian ini juga dianggap setara dengan kemampuan varian Omicron BQ.1.1 dalam menghindari sistem imun tubuh (imun escape).

Baca Juga: Samsul Kamal: Kurangi Emisi CO2, PLTU Ganti Batu Bara dengan Biomassa

“Ini patut menjadi perhatian kita semua,” terang Gunadi.

Selain memperketat prokes, masyarakat juga diimbau untuk melakukan vaksinasi dasar hingga mendapatkan vaksin booster. Upaya tersebut untuk meningkatkan perlindungan terhadap penularan Covid-19 sub varian baru ini.

Hingga kini, setidaknya ada 26 negara, termasuk Indonesia, yang telah melaporkan adanya kasus infeksi XBB. Peningkatan kasus hingga lebih dari 50 persen terjadi di Singapura. Meskipun cakupan vaksinasi di sana bagus. Gunadi menduga, temuan banyak kasus karena hasil program testing, tracing, genomic survayang cukup tinggi.

Baca Juga: Laporan Lancet Countdown: Kecanduan Energi Fosil Ancam Kesehatan Global

“Jadi tidak berarti negara lain yang rendah kasus XBB-nya berarti rendah kasusnya. Bisa jadi karena testing, tracing, genomic surveillance belum tinggi,” kata Gunadi.

Saat ini, Kelompok Kerja Genetik FKKMK UGM tengah aktif berpartisipasi melakukan pengawasan genom (genomic surveillance). Pihaknya juga melakukan pemeriksaan sampel dengan metode pengurutan keseluruhan genome (whole genome sequencing) pada virus Covid-19. Metode itu untuk melacak bagian yang mengalami perubahan materi genetik atau mutasi di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Sampel yang diambil adalah akhir September 2022 yang masih proses running serta analisis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19FKKMK UGMKemenkesmutasi varian barupandemi Covid-19protokol kesehatansubvarian Omicron XBBvarian XBB

Editor

Next Post
Ilustrasi gunung api. Foto Julius_Silver/pixabay.com

Misteri Gunung Api

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media