Senin, 30 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cuaca Jadi Ancaman Perkembangan Ekonomi Dunia 10 Tahun Mendatang

Jumat, 2 Agustus 2024
A A
Peresmian Kantor Unit Pelaksana Teknis Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, 31 Juli 2024. Foto BMKG.

Peresmian Kantor Unit Pelaksana Teknis Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, 31 Juli 2024. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia pada 2024, bahwa para ahli menyepakati tantangan 10 tahun ke depan yang paling mengancam perkembangan ekonomi dunia adalah cuaca. Ancaman itu perlu diantisipasi sejak dini agar perubahan iklim tidak semakin merusak seluruh sendi kehidupan.

Sementara dampak perubahan iklim sudah sangat terasa saat ini di mana suhu udara semakin panas dibandingkan 20-30 tahun lalu sebelum era industri dimulai. Perubahan iklim saat ini, lanjut Dwikorita, telah mendekati batas yang disepakati bersama pada Perjanjian Paris COP21 pada 12 Desember 2015.

Saat itu, seluruh dunia bersepakat harus membatasi kenaikan suhu rata-rata global di angka 1,5 °C pada 2030. Faktanya, kenaikan suhu justru melaju lebih cepat dan sudah mencapai kenaikan 1,45°C di atas suhu rata-rata di masa pra-industri.

Baca Juga: Bencana Terorganisir di Halmahera, Habis Tambang Menggusur Hutan Terbitlah Banjir

“Dibandinhkan sekarang, 2023 sudah 1,45 derajat. Indonesia selama 30 tahun, kenaikan suhu maksimum hingga mencapai 0,9. Ini sangat signifikan kenaikannya,” ujar Dwikorita saat meresmikan Kantor Unit Pelaksana Teknis Stasiun Meteorologi Maritim Natuna di Lingkar Ranai, Puak, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada 31 Juli 2024.

Berdasarkan pemodelan analisis yang dilakukan BMKG dengan asumsi masyarakat Indonesia tidak berhasil mengendalikan laju kenaikan suhu udara, pada akhir abad 2100 kenaikan suhu udara akan mencapai 3,5 derajat celcius. Atau dua kali lipat dari yang terjadi hari ini. Dampaknya tentu akan sangat berbahaya bagi masyarakat.

Dampak berbahaya yang dimaksud antara lain badai tropis semakin sering terjadi, gelombang tinggi semakin sering terjadi, serta intensitas dan durasinya semakin panjang. Salah satu dampak pernah terjadi di Natuna pada tahun 2023. Di sana mengalami bencana alam akibat Borneo Vorteks atau bibit badai tropis yang disebabkan kenaikan suhu permukaan air laut.

Baca Juga: 13 Geosite di Kebumen Diajukan KNIU Menjadi Geopark Global UNESCO

“Nah, kalau dibiarkan suhu naik terus selain badai tropis dan gelombang tinggi juga akan terjadi. Berikutnya sangat mengkhawatirkan bagi Natuna, yaitu kenaikan muka air laut. Semua itu disebabkan peningkatan suhu bumi,” jelas Dwikorita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Borneo VorteksKabupaten NatunaKepala BMKG Dwikorita KarnawatiPerjanjian Paris COP21perubahan iklimStasiun Meteorologi Maritim Natuna

Editor

Next Post
Ilustrasi daging sapi potong. Foto Dok. Ditjen PKH Kementan.

Tradisi Brandu Diduga Memicu Penularan Wabah Antraks di Gunungkidul

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media