Senin, 13 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Awan Panas Guguran Merapi, 253 Warga Mengungsi

Kamis, 10 Maret 2022
A A
Foto udara ujung luncuran awan panas guguran Merapi. Foto bpptkg.esdm.go.id.

Foto udara ujung luncuran awan panas guguran Merapi. Foto bpptkg.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Meningkatnya aktivitas seismik Gunung Merapi dengan meluncurkan awan panas guguran (APG) berkali-kali, menyebabkan terjadinya pengungsian.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sejak tanggal 9 hingga 10 Maret 2022, telah terjadi 17 kali awan panas guguran Gunung Merapi.

Hasil pengamatan dari udara, diketahui jarak luncur awan panas guguran Gunung Merapi mencapai 4,9 kilometer dari puncak Merapi.

“Berdasarkan pantauan foto udara menggunakan drone, jarak luncur APG kali ini mencapi 4,9 km dari puncak,” sebut BPPTKG dalam laman bpptkg.esdm.go.id, Kamis, 10 Maret 2022.

Baca Juga: Gunung Merapi Sejak Rabu Malam hingga Kamis Dinihari Alami Awan Panas Guguran

BBPTKG mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada Kali Woro sejauh 3 km dari puncak; Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak; Kali Boyong sejauh 5 km dari puncak dan; Kali Bedog, Krasak, Bebeng sejauh 7 km dari puncak.

Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi.

Seiring dengan musim hujan yang masih terjadi di DIY dan Jateng, maka BPPTKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di puncak Merapi.

Baca Juga: Obituari Widodo: Petani Melawan Penambangan Pasir Besi dengan Menanam

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, 253 warga mengungsi sementara ke tempat yang aman.

Warga penyintas awan panas guguran Merapi tersebar di beberapa wilayah. Sebanyak 60 warga penyintas mengungsi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, dan 193 warga mengungsi di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta,

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: APGAPG Merapiawan panas guguranawan panas guguran Gunung MerapiBNPBBPPTKGGunung MerapiProvinsi Jawa TengahYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi tak bersemangat. Foto geralt/pixabay.com.

Usai Liburan Malah Tak Bersemangat, Itu Tanda-tanda Post-Holiday Blues

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media