Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Deformasi Lempeng Picu Gempa 5,3 Magnitudo di Mandailing Natal

Senin, 12 Mei 2025
A A
Pusat gempa 5,3 mangitudo di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Foto inatews.bmkg.go.id.

Pusat gempa 5,3 mangitudo di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Foto inatews.bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, pemicu gempa 5,3 mangitudo di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara pada Senin, 12 Mei 2025, pukul 10.09 WIB, akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). BMKG mencatat pasca gempa utama terjadi dalam kurun waktu kurang satu jam, tiga kali gempa susulan terjadi hingga pukul 10.40 WIB.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi di wilayah Pantai Barat Daya Mandailing Natal, berpusat pada koordinat 1,08 derajat Lintang Utara, 98,82 derajat Bujur Timur, berlokasi di laut pada jarak 59 kilometer arah Barat Daya Padang Sidempuan, pada kedalaman 110 kilometer.

Analisis BMKG, gempa memiliki parameter update 5,0 mangitudo, merupakan jenis gempa bumi menengah.

Baca Juga: Swastiko Priyambodo, Pengendalian Tikus Sawah Tak Hanya Andalkan Burung Hantu

“Gempa yang terjadi akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (normal oblique),” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

BMKG menegaskan, gempa 5,3 mangitudo menggoyang Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tidak berpotensi tsunami.

Sedangkan dampak gempa Mandailing Natal untuk wilayah Kecamatan Pinangsori (Tapanuli Tengah) dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Guncangan dampak gempa pada skala intensitas III MMI diilustrasikan, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Baca Juga: Lalat Bikin Risih di Meja Makan, Bagaimana Jika Bumi Tanpa Serangga?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa menengahKabupaten Mandailing Natal

Editor

Next Post
Lokasi temuan 19 pohon ganja di Desa Sungai Dalam, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Foto Eo Supriyatno/Dok. Kementerian Kehutanan.

Lokasi Penemuan 19 Pohon Ganja di Areal Penggunaan Lain di Kerinci

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media