Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya

Dalam jangka pendek, sebagian orang yang menjalani program diet ini bisa mengalami penurunan berat badan yang cepat, tetapi bukan akibat penurunan lemak yang sehat.

Minggu, 8 Februari 2026
A A
Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun manfaat tersebut harus ditimbang dengan risiko kesehatan yang menyertainya. Risiko terbesar berkaitan dengan kesehatan jantung, ginjal, dan saluran cerna. Konsumsi pangan hewani tanpa sayur dan buah cenderung tinggi lemak jenuh dan kolesterol, yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), terutama pada individu dengan riwayat dislipidemia. Tidak adanya serat juga dapat mengganggu metabolisme lipid.

Di sisi lain, asupan protein yang sangat tinggi dapat meningkatkan beban kerja ginjal, terutama apabila tidak disertai hidrasi yang cukup. Ginjal dipaksa menyaring limbah nitrogen lebih keras, sehingga meningkatkan risiko kerusakan ginjal, hingga gagal ginjal. Apalagi yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal.

Sementara pada saluran cerna, ketiadaan serat dapat menyebabkan konstipasi dan ketidakseimbangan mikrobiota usus. Asupan lemak tinggi juga memicu produksi asam empedu berlebih. Dalam jangka panjang, ini bisa merusak mukosa usus, memicu peradangan kronis, hingga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Asam empedu sekunder yang tinggi dapat bertindak sebagai karsinogen bagi sel-sel usus.

Ia juga menyoroti hilangnya produksi asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA) seperti butirat akibat tidak adanya serat nabati. Padahal SCFA memiliki efek protektif terhadap kesehatan usus, sistem imun, dan metabolisme tubuh.

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir

“Risiko-risiko ini sering kali bersifat silent dan kumulatif,” ia mengingatkan.

Alternatif diet aman

Alternatif diet yang lebih aman, Sri Anna merekomendasikan pola makan yang seimbang dan telah terbukti secara ilmiah. Salah satunya adalah Mediterranean diet yang menyeimbangkan protein hewani dan nabati, tinggi serat, serta lemak tak jenuh. Diet ini terbukti menurunkan risiko penyakit tidak menular.

Pilihan lain adalah diet tinggi protein seimbang dengan porsi protein sekitar 20–25 persen energi, tetap mengandung karbohidrat kompleks dan serat. Diet ini lebih berkelanjutan dibandingkan diet ekstrem rendah karbohidrat.

Ia juga menekankan pentingnya menerapkan pola makan gizi seimbang dengan panduan “Isi Piringku” berbasis pangan lokal. Pola ini mudah diterapkan, sesuai budaya makan Indonesia, dan aman untuk populasi luas. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Diet KarnivoraFakultas Ekologi Manusia IPB UniversityIsi PiringkuPola Makan Gizi Seimbang

Editor

Next Post
Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.

Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media