Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dosen ITB: Net-Zero Emission 2060 Tak Berarti Menghapus Pemanfaatan Batu Bara

Target Net-Zero Emission 2060 diduga tak semulus harapan pecinta lingkungan karena energi fosil masih digunakan. Bagaimana antisipasi emisi karbonnya?

Selasa, 22 Maret 2022
A A
PLTU Tanjung Bara, Kalimantan Timur. Foto esdm.go.id.

PLTU Tanjung Bara, Kalimantan Timur. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Batu bara dimasukkan ke pulveriser. Kemudian dimasukan ke boiler dengan suhu 1.400 derajat celcius untuk mengkonversi air menjadi uap panas bertekanan tinggi. Uap tersebut akan memutar turbin dengan kecepatan tinggi. Kemudian uap tersebut kembali diembunkan dan dikembalikan ke boiler. Selain itu, masih banyak lagi bentuk pemanfaatan dari batu bara. Mulai dari pemanfaatan batu bara untuk industri semen, industri baja, dan briket batu bara.

Baca Juga: Lolos dari Zona Perang Rusia-Ukraina, Hari Ini 9 Warga Binjai Dipulangkan

Lantas, apakah target Net-Zero Emission pada 2060 tercapai?

Agus mengingatkan, bahwa Net-Zero Emission bukan berarti menghapus pemanfaatan energi fosil. Namun menyeimbangkan karbon yang diemisi dengan karbon yang diserap.

“Nah, tantangan yang dihadapi sektor batu bara cukup besar karena batu bara merupakan penyumbang emisi karbon yang besar. Tepatnya, batu bara menyumbang emisi polutan seperti NO dan SO,” tegas Agus.

Kemudian langkah apa yang diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut?

Menurut Agus, perlu dilakukan dan diciptakan bentuk pemanfaatan batu bara yang lebih ramah lingkungan hidup. Contohnya dengan cara mengembangkan teknologi dan mengoptimalkan sumber daya alam untuk biofuel dan biodiesel. Harapannya dapat menyeimbangkan sarana energi di Indonesia guna menciptakan keseimbangan jumlah karbon yang diserap dan diemisi. [WLC02]

Sumber: itb.ac.id, 7 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: batu barabauran energiEmisi karbonEnergi fosilITBNet-Zero EmissionPLTU

Editor

Next Post
Lantai rumah warga di Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, alami dampak kejadian gerakan tanah. Foto BPBD Kabupaten Manggarai Barat.

Gerakan Tanah Ancam 200 Penduduk di Manggarai Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media