Senin, 15 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dosen ITB: Net-Zero Emission 2060 Tak Berarti Menghapus Pemanfaatan Batu Bara

Target Net-Zero Emission 2060 diduga tak semulus harapan pecinta lingkungan karena energi fosil masih digunakan. Bagaimana antisipasi emisi karbonnya?

Selasa, 22 Maret 2022
A A
PLTU Tanjung Bara, Kalimantan Timur. Foto esdm.go.id.

PLTU Tanjung Bara, Kalimantan Timur. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Batu bara merupakan batuan sedimen organik yang berasal dari tumbuhan yang dapat terbakar, memiliki warna coklat sampai hitam, dan sejak pengendapannya mengalami proses fisika dan kimia sehingga memperkaya kandungan karbonnya. Pembentukan batu bara dimulai sejak zaman Paleocene-Eocene yang terjadi pada 34 hingga 66 juta tahun yang lalu.

“Rezim eksistensi terjadi di wilayah Indonesia pada zaman Econe, tepatnya sekitar 34 juta tahun yang lalu,” terang Dosen Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi, Fakultas Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB), Dr. Agus Haris Widayat dalam materi kuliah bertema “Sumber Daya Batu Bara Indonesia dan Tantangan Pemanfaatannya Menuju Net-Zero Emission 2060”.

Dari pembentukannya yang terjadi puluhan juta tahun lalu hingga saat ini, Indonesia menjadi negara yang kaya akan sumber daya batu bara. Indonesia memiliki berbagai lokasi yang menjadi sebaran cekungan batu bara. Mulai dari Meulaboh, Sibolga, Ombilin, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bayah, Barito, Sulawesi Selatan Barat, Kutai, Tarakan, Bintuni, Salawati, hingga Pasir Asem. Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan menjadi pulau dengan jumlah cekungan batu bara terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: IPCC: Krisis Iklim Memakan Korban Jiwa, Perbankan Harus Hentikan Pendanaan Batu Bara

Selain itu, proses pembentukan batu bara atau pembatubaraan melibatkan dua proses utama, yaitu biochemical processes dan geothermal processes. Secara total, Indonesia memiliki sumber daya batu bara sebanyak 143.730,90 ton dan cadangan batu bara sebanyak 38.805,48 ton.

Batu bara yang dimiliki Indonesia juga terbagi dari beberapa kategori, yaitu hipotetik, tereka, tertunjuk, dan terukur. Selain itu, terdapat beberapa tingkatan kelas kalori dari batu bara. Mulai dari low, medium low, medium high, high, dan very high. Batu bara dengan kelas kalori tertinggi paling banyak terdapat di Kalimantan Timur.

“Batu bara yang diendapkan di dekat laut atau berkembang di dekat pegunungan umumnya memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi, contohnya batu bara yang terdapat di sepanjang Bukit Barisan dan di daerah cekungan delta di Kalimantan Timur,” papar Agus.

Selain itu, komposisi vitrinit batu bara Indonesia umumnya 10 persen lebih tinggi daripada batu bara dari daratan benua Amerika.

Baca Juga: Slamet Ibrahim Surantaatmadja: Tak Semua Negara Produsen Farmasi Mensyaratkan Status Halal

Batu bara juga merupakan sumber energi nomor satu yang dimiliki Indonesia. Bahkan Indonesia juga merupakan negara pengekspor batu bara terbesar di dunia. Sementara minyak bumi menjadi nomor dua. Tak heran, mayoritas industri pertambangan bergerak di sektor batu bara. Penambangan batu bara dilakukan melalui dua cara. Pertama, ada pertambangan terbuka atau yang biasa disebut open pit. Kedua, ada pertambangan bawah tanah. Mayoritas pertambangan di Indonesia dilakukan dengan metode terbuka.

Bukan hanya mendominasi untuk energi konvensional, batu bara juga masih mendominasi dalam bauran energi pembangkit listrik nasional dengan persentase 60 persen. Seperti apa kinerja batu bara sebagai penyokong energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batu barabauran energiEmisi karbonEnergi fosilITBNet-Zero EmissionPLTU

Editor

Next Post
Lantai rumah warga di Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, alami dampak kejadian gerakan tanah. Foto BPBD Kabupaten Manggarai Barat.

Gerakan Tanah Ancam 200 Penduduk di Manggarai Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis
    In News
    Sabtu, 13 Desember 2025
  • Dampak bencana hidrometeorologi, banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. Foto BPBD Padang.Membaca Bencana Ekologis Sumatra
    In News
    Jumat, 12 Desember 2025
  • Perkembangan siklon tropis 93S dan 91S. Foto Dok. BMKG.Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
    In News
    Kamis, 11 Desember 2025
  • "Keberanian memanggil keberanian di manapun berada". Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.Hari HAM, Dua Warga Pembela Lingkungan Hidup di Poso dan Ketapang Dikriminalisasi
    In News
    Rabu, 10 Desember 2025
  • Ilustrasi museum menjadi salah satu destinasi wisata indoor yang aman saat cuaca ekstrem. Foto valentinsimon0/pixabay.com.Tips Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Aman Saat Cuaca Ekstrem
    In Traveling
    Rabu, 10 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media