Selasa, 27 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dua Bayi Gajah Sumatera Lahir di Riau dan Lampung, Panjang Umurlah Kalian!

Kamis, 11 Juni 2026
A A
Bayi gajah lahir di Tesso Nilo, Riau, Juni 2026. Foto Dok. Kementerian Kehutanan.

Bayi gajah lahir di Tesso Nilo, Riau, Juni 2026. Foto Dok. Kementerian Kehutanan.

Share on FacebookShare on Twitter

Lahir di Tesso Nilo

Kabar gembira juga datang dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau. Seekor anak gajah lahir dari induk bernama Ria. Anak gajah berkelamin betina ini saat ini dalam kondisi sehat, aktif bergerak, serta sudah menyusu secara normal. Tidak ditemukan cacat fisik pada anak gajah ini.

Kelahiran anak gajah ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika mahout (pawang gajah) Erwin Daulay memindahkan gajah dari ikatan ke lokasi angonan. Sekitar 1 km dari Pos Jaga/Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatera, Mahout Erwin menemukan bayi gajah yang baru lahir, lengkap dengan ari-arinya. Observasi awal dilakukan langsung mahout, kemudian diteruskan tim dokter hewan yang memastikan bayi gajah aktif, berdiri, dan menyusu secara berulang.

“Induk gajah Ria dan bayi gajah kini terus dipantau tim dokter hewan untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga,” ujar Kepala Balai Tesso Nilo, Heru Sutmatoro.

Kelahiran ini menjadi bukti keberhasilan upaya konservasi gajah Sumatera yang dilakukan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Anak gajah ini merupakan anak kelima dari gajah Ria yang lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN, sebagai hasil breeding dengan gajah liar. Sebelumnya, gajah Ria telah sukses melahirkan empat ekor anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang. Saat ini, kondisi gajah Ria dan bayinya terus dipantau secara intensif oleh tim mahout dan tim dokter hewan untuk memastikan masa pemulihan berjalan optimal.

Dalam rentang waktu 8 tahun terakhir, Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo telah mengalami empat kali peristiwa kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yaitu Lisa dan Ria.

Pada tahun 2011 IUCN telah menetapkan status konservasi Gajah Sumatera ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau berada di ambang kepunahan. Satwa eksotis ini juga merupakan mamalia yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Dengan lahirnya bayi gajah sehat ini, jumlah total gajah yang berada di Camp Elephants Flying Squad TNTN kini bertambah menjadi delapan ekor. Meliputi 3 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, dan 3 ekor anak gajah.

Kementerian Kehutanan menegaskan, kelahiran bayi gajah ini menjadi motivasi lebih bagi pihaknya untuk terus menjaga populasi gajah Sumatera dan melindungi ekosistem hutan yang menjadi rumah mereka.

Bertumbuh dan bekembanglah terus kalian! [WLC02]

Sumber: Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gajah betinaGajah SumateraKementerian KehutananSatwa liarTaman Nasional Tesso NiloTaman Satwa Lembah Hijau

Editor

Next Post
Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.

BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media