Kamis, 22 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?

Selama ini, penurunan muka air Danau Toba sering dikaitkan dengan perubahan iklim.

Rabu, 22 Juli 2026
A A
Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.

Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat sekitar Danau Toba menilai terjadi penurunan muka air danau tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu berdampak pada sektor perikanan, energi, dan pariwisata.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapnya dengan menggunakan data pengamatan tinggi muka air Danau Toba sejak 1957 hingga 2020. Hasil penelitian menunjukkan memang terjadi penurunan muka air Danau Toba, tetapi penyebabnya berbeda pada setiap periode. Perubahan muka air Danau Toba tidak hanya dipengaruhi faktor iklim, tetapi juga berubah seiring perkembangan aktivitas manusia di kawasan tersebut.

Pada periode 1957 hingga 1984, muka air Danau Toba mengalami tren penurunan sekitar 22 milimeter per tahun. Penurunan ini terutama dipengaruhi variabilitas iklim, khususnya fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di daerah tangkapan air Danau Toba.

Setelah 1984, laju penurunan rata-rata menjadi jauh lebih kecil, sekitar 2 milimeter per tahun. Meskipun tren jangka panjangnya relatif stabil, muka air Danau Toba tetap mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

“Pada beberapa periode terjadi penurunan yang cukup ekstrem, seperti pada 1987, 1990, 1998, dan 2016, yang berkaitan dengan kombinasi El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif,” papar Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, Hendri dalam kegiatan Coffee Morning PRIMA BRIN, Jumat, 17 Juli 2026.

Akibat aktivitas proyek manusia

Setelah melakukan analisis statistik terhadap data pengamatan selama lebih dari enam dekade, tim peneliti menemukan adanya titik perubahan pada 1984. Tahun tersebut bertepatan dengan mulai beroperasinya Bendungan Sigura-gura dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Sehingga, karakteristik perubahan muka air danau sebelum dan sesudah 1984 perlu dianalisis secara terpisah,” kata dia.

Analisis lebih lanjut menunjukkan meningkatnya peran aktivitas manusia setelah 1984, terutama berkaitan dengan operasional PLTA dan perubahan tata guna lahan. Penggunaan air untuk operasional PLTA memberikan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan aktivitas domestik masyarakat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bendungan Sigura-guraDanau Tobapenurunan muka tanahperubahan iklimPRIMA BRIN

Editor

Next Post
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Putusan Sela PN Medan Dinilai Tak Pertimbangkan Penyebab Kerusakan Habitat Hutan Sumatra dengan Perusakan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media