Kamis, 23 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?

Selama ini, penurunan muka air Danau Toba sering dikaitkan dengan perubahan iklim.

Rabu, 22 Juli 2026
A A
Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.

Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat sekitar Danau Toba menilai terjadi penurunan muka air danau tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu berdampak pada sektor perikanan, energi, dan pariwisata.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapnya dengan menggunakan data pengamatan tinggi muka air Danau Toba sejak 1957 hingga 2020. Hasil penelitian menunjukkan memang terjadi penurunan muka air Danau Toba, tetapi penyebabnya berbeda pada setiap periode. Perubahan muka air Danau Toba tidak hanya dipengaruhi faktor iklim, tetapi juga berubah seiring perkembangan aktivitas manusia di kawasan tersebut.

Pada periode 1957 hingga 1984, muka air Danau Toba mengalami tren penurunan sekitar 22 milimeter per tahun. Penurunan ini terutama dipengaruhi variabilitas iklim, khususnya fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di daerah tangkapan air Danau Toba.

Setelah 1984, laju penurunan rata-rata menjadi jauh lebih kecil, sekitar 2 milimeter per tahun. Meskipun tren jangka panjangnya relatif stabil, muka air Danau Toba tetap mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

“Pada beberapa periode terjadi penurunan yang cukup ekstrem, seperti pada 1987, 1990, 1998, dan 2016, yang berkaitan dengan kombinasi El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif,” papar Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, Hendri dalam kegiatan Coffee Morning PRIMA BRIN, Jumat, 17 Juli 2026.

Akibat aktivitas proyek manusia

Setelah melakukan analisis statistik terhadap data pengamatan selama lebih dari enam dekade, tim peneliti menemukan adanya titik perubahan pada 1984. Tahun tersebut bertepatan dengan mulai beroperasinya Bendungan Sigura-gura dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Sehingga, karakteristik perubahan muka air danau sebelum dan sesudah 1984 perlu dianalisis secara terpisah,” kata dia.

Analisis lebih lanjut menunjukkan meningkatnya peran aktivitas manusia setelah 1984, terutama berkaitan dengan operasional PLTA dan perubahan tata guna lahan. Penggunaan air untuk operasional PLTA memberikan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan aktivitas domestik masyarakat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bendungan Sigura-guraDanau Tobapenurunan muka tanahperubahan iklimPRIMA BRIN

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media