Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dua Kali Erupsi Menyusul Penurunan Status Gunung Ibu Jadi Siaga

Jumat, 21 Juni 2024
A A
Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat dengan tinggi kolom letusan 500 meter, Jumat, 21 Juni 2024 pukul 14.42 WIT. Foto Magma Indonesia.

Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat dengan tinggi kolom letusan 500 meter, Jumat, 21 Juni 2024 pukul 14.42 WIT. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Vulkanologi dan MItigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Ibu di Halmahera, Maluku Utara dari dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga). Penurunan status ini berlaku efektif per tanggal 21 Juni 2024 pukul 12.00 WIT.

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya penurunan aktivitas vulkanik Gunung Ibu,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid di Bandung, Jumat, 21 Juni 2024.

Meski demikian, lanjut Wafid, masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung maupun wisatawan diminta tidak beraktivitas, mendaki dan mendekati gunung api dalam jarak tertentu. Yakni tidak berada di bawah radius 4 km dan sektoral 5 km dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Baca Juga: Upaya KLHK Membuktikan Kerusakan Gambut Dapat Dipulihkan

Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata) serta membersihkan tumpukan abu hasil erupsi di tempat tinggal maupun sekitar area tempat beraktivitas. Juga mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Ibu.

“Terutama apabila terjadi hujan lebat di bagian puncak di area terjadinya penumpukan material hasil erupsi,” tutur Wafid.

Ia juga meminta, masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung api ini. Masyarakat juga diminta senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat.

Baca Juga: Nusa Tenggara Timur Ditarget Bebas Rabies Pada Desember 2024

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung IbuKabupaten Halmahera BaratMagma IndonesiaPVMBG Badan GeologiStatus Siaga

Editor

Next Post
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Cegah Bencana Kebakaran dengan TMC, OMC atau Water Bombing

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media