Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dua Tahun, 90 Spesies Baru Tumbuhan dan Satwa Liar Ditemukan

Rabu, 23 Agustus 2023
A A
Menteri LHK Siti Nurbaya berfoto dengan latar foto spesies baru Hanguana sitinurbayai.Foto PPID KLHK.

Menteri LHK Siti Nurbaya berfoto dengan latar foto spesies baru Hanguana sitinurbayai.Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

“Langkah-langkah strategis konservasi dapat dilanjutkan dengan melibatkan para pihak,” imbau Satyawan.

Baca Juga: Ini Pemicu Gempa di Kepulauan Selayar 5,3 Magnitudo

Kolaborasi Konservasi
Sementara BRIN tengah melakukan kolaborasi riset keanekaragaman Hayati Flora New Guinea atau Ekoregion Papuasia antara BRIN dan Universitas Papua (UNIPA). Kolaborasi kedua pihak ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan (PRKTKRK) BRIN dengan Fakultas Kehutanan UNIPA di KKB Kusnoto, Bogor pada 21 Agustus 2023.

Papuasia merupakan salah satu kawasan tropis Indonesia di bagian Barat Pulau New Guinea atau dikenal dengan sebutan Tanah Papua yang memiliki keragaman flora tertinggi di dunia. Kekayaan flora yang luar biasa dengan tingkat endemisitas yang tinggi merupakan tantangan sekaligus peluang dalam mengonservasi serta pengembangan risetnya.

Kepala PRKTKRK BRIN Andes Hamuraby Rozak berharap, selain upaya konservasi Flora New Guinea melalui eksplorasi, inventarisasi, bioprospeksi, dan teknologi perbanyakannya, kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Siti dan Sudin Belajar Memanjat dan Membangun Sarang di Sekolah Hutan

Kerja sama tersebut bagi Dekan Fakultas Kehutanan UNIPA Jonni Marwa menjadi kesempatan emas bagi pemilik keanekaragaman hayati Tanah Papua untuk segera menyelamatkannya, sebelum hilang tergerus pembangunan yang kini gencar dilakukan di Papua.

“Kami senang berkolaborasi untuk mengkonservasi flora Tanah Papua, sebagai pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Ke depan, kami berharap dapat memiliki kebun raya di kampus kami, seperti Kebun Raya Bogor,” ujar Jonni.

Peradaban baru juga akan diinternalisasikan oleh remaja generasi muda Indonesia melalui kegiatan Green Youth Movement dari tanggal 21-26 Agustus 2023. Para peserta terdiri dari 115 simpul belajar yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu 100 UPT KLHK dan 15 KPH Perhutani. Mereka akan mengikuti pendidikan kelas, dilanjutkan pendalaman materi isu dan skill atau mentoring. Kemudian pendampingan untuk disematkan menjadi Duta Hijau “Green Ambassador”. Green Youth Movement diharapkan dapat menjadi wadah dalam memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK, BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINBulbophyllum wiratnoiHanguana sitinurbayaikeanekaragaman hayatiKLHKMyzomela irianawidodoaetumbuhan dan satwa liarUniversitas Papua

Editor

Next Post
Ahli Dermatologi Unair Irmadita Citrashanty. Foto unair.ac.id.

Irmadita Citrashanty: Polusi Udara Berpotensi Akibatkan Kanker Kulit

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media