Rabu, 30 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irmadita Citrashanty: Polusi Udara Berpotensi Akibatkan Kanker Kulit

Polusi udara tak hanya berdampak pada pernafasan. Paparannya juga memberi risiko buruk kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Rabu, 23 Agustus 2023
A A
Ahli Dermatologi Unair Irmadita Citrashanty. Foto unair.ac.id.

Ahli Dermatologi Unair Irmadita Citrashanty. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Polusi udara menjadi masalah serius di banyak kota besar di Indonesia. Tak hanya berimbas terhadap kesehatan saluran pernapasan, polusi udara juga membawa dampak buruk bagi kulit.

Pertama, penuaan dini (skin aging). Ahli Dermatologi asal Universitas Airlangga (Unair) Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Irmadita Citrashanty menjelaskan, penuaan dini diakibatkan kadar Reactive Oxygen Species (ROS) yang tinggi pada polusi udara. Penampilan atau kesehatan kulit seseorang yang terpapar akan terlihat lebih tua dari umur sebenarnya.

“Bisa terlihat dari tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan flek hitam yang muncul sebelum waktunya,” sebut dosen ilmu kesehatan kulit dan kelamin itu.

Baca Juga: Dua Tahun, 90 Spesies Baru Tumbuhan dan Satwa Liar Ditemukan

Kedua, kanker kulit. Polusi udara juga dapat menjadi faktor pencetus kambuh bagi orang-orang yang memiliki bawaan eksim, eczema atau dermatitis atopik. Selain itu, gatal, iritasi, dan kemerahan juga berpeluang muncul pada tipe kulit sensitif.

“Bagi kulit resisten, bisa jadi tidak berdampak apa-apa. Namun masih memiliki risiko sama besar terhadap kanker kulit,” jelas Irmadita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dokter Spesialis Kulit dan KelaminIrmadita Citrashantykanker kulitpenuaan dinipolusi udaraUnair

Editor

Next Post
Banjir bandang di Desa Tiger Miko, Kecamaan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara pada 20 Agustus 2023. Foto Dok. BPBD Aceh Tenggara.

Walhi Pastikan Aceh Tenggara Langganan Banjir Akibat Tutupan Hutan Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media