Rabu, 1 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irmadita Citrashanty: Polusi Udara Berpotensi Akibatkan Kanker Kulit

Polusi udara tak hanya berdampak pada pernafasan. Paparannya juga memberi risiko buruk kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Rabu, 23 Agustus 2023
A A
Ahli Dermatologi Unair Irmadita Citrashanty. Foto unair.ac.id.

Ahli Dermatologi Unair Irmadita Citrashanty. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Polusi udara menjadi masalah serius di banyak kota besar di Indonesia. Tak hanya berimbas terhadap kesehatan saluran pernapasan, polusi udara juga membawa dampak buruk bagi kulit.

Pertama, penuaan dini (skin aging). Ahli Dermatologi asal Universitas Airlangga (Unair) Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Irmadita Citrashanty menjelaskan, penuaan dini diakibatkan kadar Reactive Oxygen Species (ROS) yang tinggi pada polusi udara. Penampilan atau kesehatan kulit seseorang yang terpapar akan terlihat lebih tua dari umur sebenarnya.

“Bisa terlihat dari tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan flek hitam yang muncul sebelum waktunya,” sebut dosen ilmu kesehatan kulit dan kelamin itu.

Baca Juga: Dua Tahun, 90 Spesies Baru Tumbuhan dan Satwa Liar Ditemukan

Kedua, kanker kulit. Polusi udara juga dapat menjadi faktor pencetus kambuh bagi orang-orang yang memiliki bawaan eksim, eczema atau dermatitis atopik. Selain itu, gatal, iritasi, dan kemerahan juga berpeluang muncul pada tipe kulit sensitif.

“Bagi kulit resisten, bisa jadi tidak berdampak apa-apa. Namun masih memiliki risiko sama besar terhadap kanker kulit,” jelas Irmadita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dokter Spesialis Kulit dan KelaminIrmadita Citrashantykanker kulitpenuaan dinipolusi udaraUnair

Editor

Next Post
Banjir bandang di Desa Tiger Miko, Kecamaan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara pada 20 Agustus 2023. Foto Dok. BPBD Aceh Tenggara.

Walhi Pastikan Aceh Tenggara Langganan Banjir Akibat Tutupan Hutan Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media